Perbedaan Antara Rakun dan Anjing Rakun

Perbedaan antara rakun dan anjing rakun

Rakun, hewan yang terkenal karena memiliki wajah yang mirip "pencuri" dengan warna hitam di sekitar mata ini ternyata juga memiliki kembaran. Kembarannya adalah anjing rakun, keduanya memiliki wajah yang hampir mirip. Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Simak berikut ini.

Perbandingan Taxonomi

RakunAnjing Rakun
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Carnivora Carnivora
Familia Procyonidae Canidae
Genus Procyon Nyctereutes
Spesies P. lotor N. procyonoides

Perbedaan Nama, Morfologi, Tingkah Laku dan Habitat

Baca Juga: Perbedaan Hewan Berkuku Ganjil dan Hewan Berkuku Genap

Persebaran
Rakun merupakan hewan mamalia yang berasal dari Amerika Utara, dan sekarang juga tersebar di Eropa dan Jepang. Sedangkan anjing rakun merupakan hewan mamalia yang berasal dari Asia Timur, dan sekarang mereka juga tersebar di beberapa negara di Eropa.

Panjang Tubuh
Rakun memiliki panjang sekitar 40-70 cm (diukur dai kepala sampai badan). Sedangkan anjing rakun memiliki tubuh yang lebih pendek, yaitu sekitar 33-53 cm.

Bobot
Rakun dewasa dapat memiliki bobot sekitar 5-26 kg. Sedangkan anjing rakun memiliki bobot sekitar 3-7 kg.

Warna Bulu
Rakun memiliki bulu yang berwarna abu-abu dan hitam. Sedangkan anjing rakun memiliki bulu yang berbeda pada tiap musimnya, di musim dingin, anjing rakun memiliki bulu lebat dengan warna biru kehijauan dan kecoklatan dan di musim panas, anjing rakun memiliki bulu dengan warna yang lebih cerah dan coklat.

Masa Gestasi
Masa gestasi dari rakun berlangsung sekitar 65 hari, dan akan melahirkan sebanyak 2-5 ekor anak. Sedangkan masa gestasi dari anjing rakun berlangsung sekitar 61-70 hari, dan akan melahirkan sebanyak 6-16 ekor anak.

Rentang Hidup
Rakun memiliki rentang hidup sekitar 20 tahun (di penangkaran) dan 1,8-3,1 tahun (di alam liar). Sedangkan rentang hidup dari anjing rakun yaitu sekitar 11 tahun (di penangkaran) dan 6-7 tahun (di alam liar).

Subspesies
Ada sekitar 22 subspesies dari rakun yang telah diakui. Sedangkan anjing rakun memiliki sekitar 5 subspesies yang telah diakui.

Anak
Anak rakun yang baru lahir memiliki berat sekitar 60-70 gram, dengan panjang sekitar 10 cm. Sedangkan anak anjing rakun yang baru lahir memiliki berat sekitar 60-110 gram.

Ekor
Ekor rakun memiliki panjang sekitar 20-40 cm dengan lingkaran-lingkaran berwarna hitam. Sedangkan ekor anjing rakun memiliki panjang sekitar 12-18 cm, dengan warna yang mulus.

Perbedaan Antara Macan Tutul Laut dan Gajah Laut Selatan

Perbedaan antara macan tutul laut dan gajah laut selatan

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara dua spesies anjing laut yang hidup di bumi bagian selatan (tepatnya, di sekitar benua Antartika). Anjing laut yang akan kita bahas adalah macan tutul laut (Leopard Seal) dan gajah laut selatan (Southern Elephant Seal).

Perbandingan Taxonomi

Macan Tutul LautGajah Laut Selatan
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Carnivora Carnivora
Familia Phocidae Phocidae
Genus Hydrurga Mirounga
Spesies H. leptonyx M. leonina

Perbedaan Nama, Morfologi, Tingkah Laku dan Habitat

Baca Juga: Perbedaan Badak Putih dan Badak Hitam

Ukuran
Macan tutul laut merupakan anjing laut terbesar kedua. Sedangkan gajah laut selatan merupakan anjing laut dan karnivora terbesar, sekaligus mamalia laut terbesar (non-cetacea).

Makanan
Mangsa utama dari macan tutul laut adalah cephalopoda, pinnip (anjing laut lain), burung dan ikan. Sedangkan mangsa utama dari gajah laut selatan adalah cumi-cumi dan ikan.

Kerabat Terdekat
Kerabat terdekat macan tutul laut adalah anjing laut ross, anjing laut pemakan kepiting, dan anjing laut weddel. Sedangkan kerabat terdekat dari gajah laut selatan adalah gajah laut utara.

Bentuk Tubuh
Dibandingkan dengan anjing laut lainnya, macan tutul laut memiliki bentuk tubuh yang lebih panjang dan berotot. Sedangkan gajah laut selatan memiliki bentuk tubuh yang besar (tidak ramping).

Bentuk Kepala
Macan tutul laut memiliki kepala, rahang, dan mulut yang relatif besar terhadap ukuran tubuh mereka, hal ini yang menjadikan macan tutul laut sebagai predator teratas (setelah paus orca). Sedangkan gajah laut selatan memiliki kepala dengan belalai yang berukuran besar, yang memungkinkan untuk berkelahi antar pejantan.

Warna
Macan tutul laut memiliki tubuh dengan warna hitam, abu-abu dan putih, ditambah pola tutul di tubuhnya. Sedangkan gajah laut selatan memiliki tubuh dengan warna abu-abu tanpa pola.

Panjang Tubuh
Macan tutul laut memiliki panjang sekitar 2,4-3,5 m. Sedangkan gajah laut selatan (pejantan) memiliki panjang sekitar 4,2-5,8 m.

Bobot
Bobot macan tutul laut dewasa dapat mencapai sekitar 200-600 kg. Sedangkan gajah laut selatan memiliki bobot sekitar 2,200-4000 kg.

Dimorfisme Seksual
Macan tutul laut betina memiliki bobot yang sedikit lebih berat dari pejantan. Sedangkan gajah laut memiliki dimorfisme seksual yang cukup tinggi, pejantan gajah laut selatan memiliki tubuh yang 5-6 kali lebih berat dari betina (dimorfisme yang cukup signifikan dari semua mamalia).

Total Populasi
Diperkirakan, total populasi dari macan tutul laut mencapai sekitar 220.000-440.000 individu. Sedangkan total populasi dari gajah laut selatan (tahun 2005) yaitu sekitar 664.000-740.000 individu.

Kawin
Macan tutul laut jantan biasanya akan kawin dengan beberapa betina selama musim kawin. Sedangkan gajah laut selatan mempraktikan harem yang lebih signifikan, yaitu dengan satu pejantan yang memiliki lusinan betina.

Anak
Macan tutul laut yang baru lahir memiliki berat sekitar 66 kg. Sedangkan gajah laut selatan yang baru lahir memiliki berat yang lebih ringan, yaitu sekitar 40 kg.

Predator
Predator utama dari macan tutul laut adalah paus orca. Sedangkan predator dari gajah laut selatan adalah macan tutul laut, hiu, dan paus orca.

Perbedaan Antara Serigala Abu-abu dan Anjing Liar Afrika

Perbedaan antara serigala abu-abu dan anjing liar afrika

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara serigala abu-abu dan anjing liar afrika. Jika dilihat sekilas, keduanya memang mudah dibedakan karena memiliki warna dan corak tubuh yang berbeda.

Perbandingan Taxonomi

Serigala Abu-abuAnjing Liar Afrika
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Carnivora Carnivora
Familia Canidae Canidae
Genus Canis Lycaon
Spesies C. lupus L. pictus

Perbedaan Nama, Morfologi, Tingkah Laku dan Habitat

Baca Juga: Perbedaan Monyet Rhesus dan Monyet Pemakan Kepiting

Nama Lain
Serigala abu-abu juga dikenal sebagai serigala kayu dan serigala barat. Sedangkan nama lain dari anjing liar afrika adalah anjing pemburu afrika, anjing bercat, dan serigala bercat.

Ukuran Tubuh
Serigala abu-abu merupakan spesies canidae yang terbesar. Sedangkan anjing liar afrika memiliki tubuh yang relatif ramping dan tinggi, dengan telinga yang besar.

Berat
Serigala abu-abu memiliki berat sekitar 43-45 kg (jantan) dan 36-38,5 kg (betina). Sedangkan anjing liar afrika memiliki berat yang lebih ringan, yaitu sekitar 20-25 kg.

Warna
Serigala abu-abu memiliki bulu yang panjang dan lebat dengan warna yang didominasi abu-abu. Sedangkan anjing liar afrika memiliki bulu dengan warna hitam dan coklat.

Persebaran
Serigala abu-abu memiliki persebaran yang sangat luas, persebaran habitatnya mencakup dunia lama dan dunia baru. Sedangkan anjing liar afrika hanya tersebar di beberapa bagian benua Afrika.

Tinggi Badan
Serigala abu-abu memiliki tinggi sekitar 80-85 cm. Sedangkan anjing liar afrika memiliki badan yang lebih pendek, yaitu sekitar 60-75 cm.

Sifat Sosial
Serigala abu-abu merupakan hewan sosial, biasanya ditemukan dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 5-11 individu. Begitupula dengan anjing liar afrika, dan mereka biasanya ditemukan dalam kelompok yang sedikit lebih banyak dari serigala abu-abu.

Masa Gestasi
Masa gestasi dari serigala abu-abu berlangsung sekitar 62-75 hari. Sedangkan masa gestasi dari anjing liar afrika berlangsung sekitar 69-73 hari, dan akan melahirkan 6-16 ekor anak.

Mangsa
Umumnya serigala abu-abu memangsa ungulata besar, marmut, kelinci, rubah, musang, dan tikus. Sedangkan mangsa dari anjing liar afrika adalah antelop.

Musuh Alami
Musuh alami dari serigala abu-abu adalah beruang coklat, mereka akan membunuh anak dari satu sama lain ketika bertemu. Sedangkan musuh alami (tepatnya, predator) dari anjing liar afrika adalah singa.

Keunikan
Serigala abu-abu merupakan subspesies (C. l. lupus) yang diklasifikasikan kedalam spesies Canis lupus bersama dengan anjing (C. l. familiaris). Sedangkan anjing liar afrika merupakan satu-satunya predator besar yang diurnal (bersama dengan cheetah).

Manusia Raksasa Dari Sudut Pandang Evolusi

Manusia raksasa dari sudut pandang evolusi

Pernahkah Anda menonton video tentang bukti-bukti keberadaan manusia raksasa? Jika Anda menontonnya karena direkomendasikan oleh YouTube, pasti kemungkinan besar Anda akan langsung percaya. Hal ini terjadi karena YouTube merekomendasikan berdasarkan pada video-video yang sebelumnya Anda like dan tonton. Lalu Anda suka, dan Anda langsung percaya (bukan masalah, ini hak Anda).

Namun, bagaimana jika kita memandang manusia raksasa dari sudut pandang evolusi? Apakah manusia raksasa itu memang benar-benar ada? Apakah manusia raksasa bisa ada melalui proses evolusi yang berlangsung di Bumi? Dalam artikel ini kita akan memandang manusia raksasa berdasarkan bukti-bukti yang sudah kita ketahui tentang makhluk hidup.

Saya akan menjelaskan kedalam 5 poin utama, yaitu evolusi, square cube law, hewan terbesar di darat, primata terbesar dan hewan terbesar di dunia. Yang nanti akan berujung kepada kesimpulan apakah manusia raksasa bisa ada atau tidak. Jadi, kita tidak membahas apakah ada bukti tentang manusia raksasa (sejauh ini, belum ada bukti ilmiah) atau tidak. Kita akan membahas apakah mungkin manusia raksasa bisa ada dari sudut pandang evolusi.

1. Evolusi
Baca Juga: Apa Itu Evolusi?

Evolusi merupakan perubahan pada sifat-sifat terwariskan (genetik) suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi merupakan proses yang melatar belakangi keanekaragam makhluk hidup. Mulai dari bakteri, archaea, dan eukarya, semuanya merupakan hasil dari proses evolusi, termasuk manusia.

Dalam proses evolusi, jika suatu populasi spesies tidak bisa beradaptasi pada lingkungan yang baru atau kalah bersaing, maka spesies tersebut akan berujung pada kepunahan. Sebaliknya, jika spesies tersebut memiliki populasi yang besar dan tiap populasi terisolasi satu sama lain, maka akan terjadi spesiasi atau muncunya spesies baru.

Dalam sejarah evolusi kehidupan di Bumi, kemunculan hewan-hewan "raksasa" merupakan hal yang wajar. Berbagai spesies makhluk hidup berlomba-lomba mengisi relung ekologi yang memungkinkan mereka untuk tetap survive meski memiliki tubuh yang besar.

Dalam proses evolusi, memiliki tubuh "raksasa" memang suatu keuntungan tersendiri. Tapi ada kerugian yang harus ditanggung, yaitu bergeraknya lambat, metabolisme relatif lambat, struktur tubuh yang harus sesuai dengan beban tubuh yang ditanggung dan butuh konsumsi makanan yang besar juga.

2. Square Cube Law
The square–cube law (or cube–square law) is a mathematical principle, applied in a variety of scientific fields, which describes the relationship between the volume and the surface area as a shape's size increases or decreases.

Kenapa struktur gedung yang tinggi dan gedung yang pendek itu berbeda? Kenapa struktur tubuh hewan yang besar itu berbeda dengan hewan yang kecil? Kenapa truk yang kecil berbeda dengan truk yang besar, yang biasa digunakan untuk pertambangan? Ya, karena ada aturannya, ada faktor-faktor yang harus dipenuhi. Struktur yang tidak bisa menopang beban yang akan ditanggung kemungkinan besar akan ambruk/runtuh.

3. Hewan Terbesar Di Darat

Jika kita sudah membahas proses yang melatar belakangi keanekaragaman makhluk hidup (evolusi). Maka selanjutnya kita akan melihat produk-produk dari evolusi, yaitu hewan-hewan yang memiliki tubuh "raksasa". Silahkan Anda lihat dan bandingkan struktur tubuhnya.

Argentinosaurus huinculensis
Argentinosaurus huinculensis

Argentinosaurus huinculensis merupakan dinosaurus terbesar sekaligus hewan darat terbesar yang pernah kita ketahui. A. huinculensis memiliki tubuh dengan panjang sekitar 25-35 (panjang kepala sampai ke ekor), dengan berat sekitar 50-73 ton.

Loxodonta africana
Loxodonta africana

Jika hewan terbesar di darat yang pernah kita ketahui adalah A. huinculensis maka peringkat hewan terbesar di darat yang masih hidup dipegang oleh gajah semak Afrika. Gajah semak Afrika memiliki tinggi rata-rata sekitar 3.2 meter, dengan berat sekitar 6 ton.

Perhatikan cara bergerak kedua hewan tersebut. Kedua hewan tersebut bergerak dengan cara quadrupedal (4 kaki). Artinya beban tubuh mereka dibagi kedalam 4 titik di kaki mereka. Pada A. huinculensis juga memiliki ekor dan leher yang panjang sebagai penyeimbang.

4. Primata Terbesar

Kenapa kita membahas primata terbesar? Bukan kambing terbesar atau ikan terbesar? Ya, karena kita adalah primata, kita akan mencari ukuran maksimal yang pernah dicapai primata.

Baca Juga: Posisi Manusia Dalam Taksonomi
Gigantopithecus
Gigantopithecus

Gigantopithecus merupakan primata terbesar yang pernah kita ketahui. Fosilnya ditemukan berdasarkan pada rahang bawah. Kemungkinan Gigantopithecus memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan berat sekitar 540-600 kg.

Gorilla beringei
Gorilla beringei

Nah, primata terbesar yang masih hidup adalah gorila timur. Gorila timur memiliki berat sekitar 140-205,5 kg (pejantan), dengan tinggi mencapai 1.7 meter.

Perhatikan keduanya, meski cara bergerak Gigantopithecus memang tidak diketahui, karena fosilnya juga hanya sebatas rahang bawah. Namun cara bergeraknya bisa dibandingkan dengan gorila, yaitu dengan cara quadrupedal dan bipedal (campuran). Gorila juga menjadikan buku-buku jarinya sebagai tumpuan (sama seperti simpanse).

5. Hewan Terbesar

Jika sebelumnya, peringkat hewan terbesar dan primata terbesar (yang kita ketahui) itu dipegang oleh hewan-hewan yang sudah punah. Namun peringkat hewan terbesar pertama yang pernah kita ketahui malahan dipegang oleh mamalia yang saat ini masih hidup.

Balaenoptera musculus
Balaenoptera musculus

Ya, paus biru merupakan hewan terbesar yang pernah kita ketahui. Bahkan lebih besar dari dinosaurus yang terbesar. Panjang paus biru dapat mencapai 29,9 meter, dengan berat sekitar 173 ton.

Sangat "raksasa" bukan? Namun perhatikan habitatnya. Paus biru hidup di laut, makanan utamanya adalah krill (yang melimpah). Tentu bobot yang ditanggung oleh hewan-hewan laut itu berbeda dengan yang berada di darat.

Silahkan Anda renang, pasti setelah keluar dari air, Anda akan merasakan beban tersebut.

Apakah paus biru bisa berevolusi menjadi lebih besar? Kemungkinan itu batasannya, karena jika memiliki tubuh yang lebih besar, makanannya juga harus lebih melimpah.

Perbandingan Antara Manusia Raksasa dengan Makhluk Hidup Lain
Perbandingan manusia raksasa dengan makhluk hidup lain
Kesimpulan

Proses evolusi memang memungkinkan keturunan suatu spesies menjadi besar. Namun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilampaui. Seperti hewan-hewan "raksasa" di atas yang hampir selalu memiliki masalah dengan beban dan strukturnya. Hewan serangga yang tidak bisa lebih besar (karena kadar oksigen rendah). Predator bergigi yang tidak bisa lebih besar dari yang bisa dicapai mangsanya.

Bisa dibayangkan manusia dengan struktur (seperti kita) memiliki tinggi sekitar 30 meter. Apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar tulang-tulangnya akan retak. Bukan hanya belum ada bukti ilmiah yang ditemukan. Tapi karena memang tidak mungkin berdasarkan pengetahuan yang kita miliki saat ini.

Referensi:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Dinosaur_size
  • https://en.wikipedia.org/wiki/African_bush_elephant
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Gigantopithecus
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Eastern_gorilla
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Blue_whale
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Square–cube_law

Bukti Manusia Bukan Keturunan Monyet

Bukti Manusia Bukan Keturunan Monyet

Pernah membaca artikel tentang evolusi yang menyatakan bahwa manusia adalah keturunan monyet? Jika pernah, kemungkinan artikel tersebut adalah artikel bantahan untuk teori evolusi. Di paragraf awal, kemungkinan artikel tersebut membahas tentang bagaimana monyet berubah (secara ajaib) menjadi manusia, dan di akhir artikel berisi tentang kemustahilan dari teori evolusi. Artikel tersebut mungkin juga ditambahkan berbagai argumen-argumen untuk membantah teori evolusi.

Namun apakah isi dari artikel tersebut benar, apakah benar bahwa manusia bukan keturunan monyet? Iya, artikel tersebut benar, manusia bukan keturunan dari monyet. Monyet juga bukan keturunan dari manusia.

Terus, apa alasannya jika manusia bukan keturunan dari monyet?

Memahami Perbedaan Antara Monyet dan Manusia

Untuk memahami hubungan di antara keduanya, Anda harus terlebih dahulu paham tentang monyet dan juga tentang manusia. Apa itu monyet dan apa itu manusia, karena kebanyakan orang yang mengatakan bahwa manusia adalah keturunan monyet biasanya adalah orang yang kurang paham tentang taksonomi, atau kurang paham terhadap teori evolusi.

Istilah "monyet/monkey" sebenarnya mengacu pada 200 lebih primata berekor (selain lemur, dan tarsius). Contohnya, monyet rhesus, monyet pemakan kepiting, monyet kapuchin, monyet tupai, dan monyet babun. Atau kalau dipersingkat, ada dua kelompok besar, yaitu monyet dunia lama (monyet yang tinggal di Asia, Eropa, dan Afrika) dan monyet dunia baru (monyet yang tinggal di benua Amerika). Yang perlu ditekankan adalah bahwa semua monyet pasti memiliki ekor yang panjang atau sedikit pendek.

Apakah manusia adalah monyet? Tentu bukan, karena manusia tidak memiliki ekor (meski punya tulang ekor) dan istilah monyet hanya mengacu pada 200 lebih hewan primata berekor (tanpa lemur dan tarsius). Lalu apa hubungannya manusia dengan monyet? Silahkan lihat perbandingan taksonomi di bawah ini.

ManusiaMonyet Rhesus
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Primata Primata
Familia Hominidae Cercopithecidae
Genus Homo Macaca
Spesies H. sapiens M. mulatta

Tabel di atas menunjukkan perbandingan taksonomi manusia dan monyet rhesus. Pada bagian ordo, keduanya diklasifikasikan kedalam ordo primata. Tapi, kenapa? Kenapa manusia diklasifikasikan kedalam ordo primata? Karena manusia memiliki karakteristik sebagai primata. Apa saja karakteristik primata?

  • Memiliki jempol
  • Memiliki kecerdasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan hewan mamalia lain
  • Memiliki gigi geraham dan gigi taring khas primata, dst.

Manusia adalah hewan primata, sama seperti monyet rhesus, tapi manusia bukan monyet. Tidak semua hewan primata adalah monyet.

Memahami Perbedaan Antara Kera dan Monyet

Biasanya orang awam akan berpikir bahwa kera dan monyet merupakan hewan yang sama. Padahal kedua istilah tersebut mengacu pada dua kelompok hewan yang berbeda. Yang pertama, istilah "kera/apes" mengacu pada kelompok hewan primata yang tidak memiliki ekor. Kalau dalam taksonomi, istilah ini mengacu pada superfamili hominoidea. Contoh hewannya adalah simpanse, manusia, siamang, dan gorila. Yang kedua, istilah "monyet/monkey" mengacu pada dua kelompok besar, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, yaitu monyet dunia baru dan monyet dunia lama. Monyet yang biasanya kita lihat di pertunjukkan itu monyet dunia lama (monyet pemakan kepiting) dan contoh dari monyet dunia baru adalah monyet kapuchin.

Lalu, manusia itu masuk kelompok yang mana? Jawabannya adalah hominoidea atau nama umumnya adalah kera. Manusia adalah kera, sama seperti simpanse, gorila, dan orangutan.

Baca Juga: Posisi Manusia Dalam Taksonomi
Antara Kerabat dan Moyang

Monyet itu bukan moyang manusia. Moyang bersama manusia dan monyet itu merujuk ke primata purba (meski memang benar jika primata purba ini memiliki ekor, tapi bukan monyet yang ada sekarang), contohnya: Darwinius masillae. Sedangkan monyet yang hidup sekarang ini (sekitar 200 lebih spesies) adalah kerabat manusia. Mereka juga mengalami evolusi dari moyang bersama kita dan monyet.

Yang membedakan garis keturunan monyet dengan garis keturunan kera (kita disini) adalah garis keturunan monyet masih mewarisi karakteristik ekor panjang dari moyangnya (beberapa jenis monyet memiliki ekor pendek). Sedangkan garis keturunan kera sudah kehilangan ekor panjangnya.

Lihat saja owa, siamang, simpanse, dan orangutan. Semuanya tidak memiliki ekor, sama seperti Anda.

Referensi:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Ape
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Monkey
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Human
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Chimpanzee

Perbedaan Antara Rubah Merah dan Rubah Fenek

Perbedaan antara rubah merah dan rubah fenek

Ada banyak spesies rubah, namun yang paling terkenal pasti adalah rubah merah. Nah, kali ini kita akan membandingkan antara rubah merah dan rubah fenek, rubah yang terkenal karena telinganya yang sangat panjang dan besar (untuk seukuran rubah). Kalau dilihat secara sekilas, pasti mudah untuk membedakan antara keduanya, namun kita lihat perbedaan antara keduanya yang lebih spesifik.

Perbandingan Taxonomi

Rubah MerahRubah Fenek
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Carnivora Carnivora
Familia Canidae Canidae
Genus Vulpes Vulpes
Spesies V. vulpes V. zerda

Perbedaan Nama, Morfologi, Tingkah Laku dan Habitat

Baca Juga: Perbedaan Unta Arab dan Unta Baktrian

Ukuran
Jika rubah merah adalah spesies rubah terbesar. Maka rubah fenek adalah kebalikannya, yaitu spesies rubah yang terkecil.

Persebaran Geografis
Rubah merah dapat ditemukan di seluruh belahan bumi utara dari lingkar Arktik sampai Afrika Utara, Amerika Utara dan Eurasia. Sedangkan rubah fenek hanya dapat ditemukan di Sahara (Afrika Utara), Semenanjung Sinai, Israel dan gurun Arab.

Keunikan Diantara Rubah
Diantara rubah lainnya, rubah merah mewakili bentuk yang lebih karnivora. Sedangkan keunikan dari rubah fenek dibandingkan dengan rubah lainnya adalah bahwa rubah fenek tidak memiliki kelenjar musk.

Sifat Sosial
Keduanya merupakan hewan sosial, rubah merah kadang ditemukan dalam sebuah kelompok yang terdiri dari pasangan dan anak-anaknya. Sedangkan rubah fenek ternyata lebih sosial, karena mereka biasanya membentuk sebuah kawanan dan mencari makanan bersama.

Mangsa Utama
Mangsa utama dari rubah merah adalah hewan pengerat kecil, kelinci, reptil kecil dan ungulata muda. Sedangkan mangsa utama dari rubah fenek adalah mamalia kecil, serangga, dan burung.

Predator/Musuh Alami
Meski rubah merah terkadang mampu membunuh predator yang lebih kecil, namun rubah merah juga mendapatkan ancaman dari predasi serigala, coyote, dan serigala emas. Sedangkan predator alami dari rubah fenek adalah burung elang, anjing hutan, dan mamalia karnivora lainnya.

Ciri Fisik
Rubah merah memiliki tubuh yang memanjang dengan anggota badan yang relatif pendek. Sedangkan ciri fisik yang khas dari rubah fenek adalah telinganya yang besar, yang juga berfungsi untuk mengeluarkan panas.

Panjang Tubuh
Rubah merah yang sudah dewasa dapat memiliki panjang sekitar 30-55,5 cm. Sedangkan panjang rubah fenek hanya sekitar 24-41 cm.

Tinggi
Rubah merah memiliki tinggi sekitar 35-50 cm (diukur dari bahu). Sedangkan rubah fenek memiliki tinggi badan yang lebih pendek yaitu sekitar 20,3 cm.

Berat
Rubah merah yang sudah dewasa dapat memiliki berat sekitar 2,2-14 kg (betina, 20% lebih ringan dari pejantan). Sedangkan rubah fenek memiliki berat yang jauh lebih ringan, yaitu sekitar 0,7-1,6 kg.

Masa Hidup
Di penangkaran, rubah merah dapat hidup hingga umur 15 tahun (5 tahun jika di alam liar). Di lingkungan yang sama (penangkaran) rubah fenek dapat hidup hingga umur 14 tahun, hampir menyamai umur rubah merah.

Panjang Telinga
Panjang telinga rubah merah yaitu sekitar 7,7-12,5 cm. Sedangkan rubah fenek memiliki telinga yang lebih panjang yaitu sekitar 10-15 cm.

20 Fakta Unik Tentang Serangga

Fakta unik tentang serangga

  • Nama: Serangga (Insect)
  • Nama Ilmiah: Class Insecta
  • Eksis: Awal Devonian - Sekarang
  • Status Konservasi:

Baca Juga: 18 Fakta Unik Tentang Merak India

Hewan apa yang sering Anda lihat? Pasti jawabannya adalah serangga. Mulai dari nyamuk, lalat, semut, rayap, kumbang, lembah, dan kupu-kupu. Semua hewan tersebut selalu kita lihat di kehidupan sehari-hari. Bahkan seringkali serangga juga mengganggu kehidupan manusia, seperti saat kita sedang berkendara atau pada saat menikmati hari-hari yang santai.

Fakta Unik:

  1. Serangga diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum euarthropoda, klade pancrustacea, dan subfilum hexapoda.
  2. Serangga merupakan kelompok terbesar dalam filum arthropoda.
  3. Serangga memiliki eksoskeleton yang terbuat dari kitin. Tubuh serangga terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala, dada dan perut.
  4. Ciri khas serangga adalah memiliki tiga pasang kaki bersendi, mata majemuk, dan sepasang antena.
  5. Serangga merupakan kelompok hewan yang paling beragam, serangga mencakup lebih dari satu juta spesies (setengah dari semua hewan yang telah diketahui).
  6. Jumlah spesies serangga yang masih hidup diperkirakan mencapai sekitar enam sampai sepuluh juta spesies.
  7. Karena memungkinkan untuk bergerak cepat dan stabil, serangga menggunakan gaya berjalan di mana mereka berjalan dengan kaki menyentuh tanah dalam segitiga bergantian, terdiri dari depan dan belakang pada satu sisi dengan sisi tengah di sisi yang lain.
  8. Serangga merupakan satu-satunya kelompok dari invertebrata yang mampu terbang.
  9. Kebanyakan spesies serangga merupakan hewan soliter, namun ada yang menjadi hewan eusosial seperti lebah, semut dan rayap.
  10. Sekitar 80% dari negara-negara di dunia telah menjadikan beberapa spesies serangga sebagai makanan.
  11. Kerabat terdekat serangga dari semua arthropoda adalah crustacea.
  12. Fosil serangga tertua adalah Rhyniognatha hirsti, yang berasal dari zaman devon sekitar 396 juta tahun yang lalu.
  13. Kemunculan tiap kelompok serangga juga berbeda-beda, kumbang muncul sekitar 300 juta tahun yang lalu, lalat muncul sekitar 250 juta tahun yang lalu, ngengat dan tawon muncul sekitar 150 juta tahun lalu.
  14. Sistem saraf serangga dapat dibagi menjadi otak dan tali saraf ventral.
  15. Serangga betina mampu memproduksi telur, menerima sperma, menyimpan sperma, memanipulasi sperma dari pejantan yang berbeda, dan bertelur.
  16. Respirasi serangga dilakukan tanpa paru-paru. Sebaliknya, sistem pernapasan serangga menggunakan sistem tabung internal dan kantung melalui gas yang berdifusi atau dipompa secara aktif, memberikan oksigen langsung ke jaringan yang membutuhkannya melalui trakea.
  17. Pada sebagian besar serangga, udara diambil melalui celah di sisi perut dan toraks yang disebut spirakel.
  18. Beberapa serangga juga mampu melakukan parthenogenesis, suatu proses dimana betina dapat bereproduksi dan melahirkan tanpa dibuahi oleh pejantan.
  19. Banyak serangga yang memiliki organ yang sangat sensitif dan terspesialisasi, beberapa serangga seperti lebah dapat merasakan panjang gelombang ultraviolet. Antena ngengat jantan dapat mendeteksi feromon ngengat betina dari jarak beberapa kilometer.
  20. Lalat buah (salah satu spesies serangga) menjadi Drosophila melanogaster juga dijadikan sebagai organisme model untuk penelitian biologi.