Perbedaan Antara Marmut dan Hamster

Perbedaan Marmut dan Hamster

Pernah memelihara marmut? Pernah memelihara hamster? Kalau pernah, pasti Anda pernah merasakan betapa lembut dan imut kedua hewan tersebut. Karena sama-sama imut, dan sama-sama kecil, lalu apa saja sih perbedaan antara keduanya? Mari kita bahas bersama.

Perbandingan Taxonomi
MarmutHamster
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Rodentia Rodentia
Familia Caviidae Cricetidae
Subfamili Cricetinae
Genus Cavia
Spesies Cavia porcellus
Perbedaan
Baca Juga: Perbedaan Antara Serigala Abu-abu dan Coyote
  1. Penggunaan Nama
    Marmut merupakan nama umum yang mengacu pada spesies Cavia porcellus. Sedangkan hamster merupakan istilah yang mengacu pada 25 spesies yang diklasifikasikan kedalam 6 genus di dalam subfamili cricetinae.
  2. Manfaat Bagi Manusia
    Meski terlihat imut dan lucu, namun marmut juga merupakan makanan yang khas bagi penduduk di sekitar pegunungan Andes. Sedangkan hamster merupakan yang berguna bagi penelitian, karena mereka sering dijadikan hewan laboratorium.
  3. Sebagai Hewan Peliharaan
    Dalam masyarakat barat, marmut telah dikenal sebagai hewan peliharaan rumah tangga. Begitupula dengan hamster, dan hamster yang sering dijual dan dijadikan hewan peliharaan adalah hamster emas, dengan nama Mesocricetus auratus.
  4. Kemampuan
    Marmut dapat mempelajari jalur rumit untuk mencari makanan, dan dapat secara akurat mengingat jalur yang dipelajari selama berbulan-bulan. Sedangkan kemampuan hamster yang unik adalah hamster dapat menyimpan makanan di mulutnya (yang akan mereka bawa ke sarang), hamster juga memiliki pendengaran yang sensitif dan dapat mendengarkan suara pada frekuensi ultrasonic.
  5. Penglihatan
    Penglihatan marmut tidak sebagus manusia dalam hal jarak dan warna, tetapi marmut memiliki sudut pandang yang lebih luas (sekitar 340 derajat). Sedangkan hamster memiliki penglihatan yang buruk, mereka rabun dekat dan buta warna.
  6. Alam Liar
    Marmut tidak dapat ditemukan di alam liar. Sedangkan hamster yang hidup di alam liar biasanya hidup di lubang untuk melindungi dirinya dari predator.
  7. Kandang
    Memasukkan marmut kedalam kandang yang sama dengan hamster biasanya akan menimbulkan infeksi pada marmut.
  8. Makanan Utama
    Makanan utama dari marmut adalah rumput, oleh sebab itu mereka juga memiliki kolon yang lebih panjang dari kebanyakan hewan pengerat. Sedangkan makanan utama dari hamster adalah biji, buah, dan tumbuh-tumbuhan.
  9. Masa Gestasi
    Masa gestasi dari marmut berlangsung sekitar 59-72 hari, dan akan melahirkan 3 sampai 6 ekor anak. Sedangkan masa gestasi dari hamster berlangsung sekitar 2-13 ekor anak.

Perbedaan Antara Marmut dan Kelinci Eropa

Perbedaan marmut dan kelinci eropa

Marmut dan kelinci (eropa), keduanya merupakan hewan peliharaan yang populer. Keduanya juga sama-sama imut dan mudah diajak bermain. Secara pribadi, mungkin saya akan memilih marmut sebagai hewan peliharaan, karena lebih imut dan kecil. Lalu, selain ukuran yang jelas berbeda, apa saja sih perbedaan antara keduanya? Mari simak pembahasan berikut ini.

Perbandingan Taxonomi
MarmutKelinci Eropa
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Rodentia Lagomorpha
Familia Caviidae Leporidae
Genus Cavia Oryctolagus
Spesies C. porcellus O. cuniculus
Perbedaan
Baca Juga: Perbedaan Kudanil dan Kudanil Kerdil
  1. Status Konservasi
    Status konservasi dari marmut adalah Domesticated atau telah didomestikasi. Sedangkan status konservasi dari kelinci eropa adalah Near Threatened atau terancam punah (meski, kelinci domestik yang merupakan keturunan dari kelinci ini sekarang jumlahnya melimpah).
  2. Hal Unik
    Dalam masyarakat barat, marmut dikenal sebagai hewan peliharaan rumah tangga. Sedangkan kelinci eropa terkenal suka menggali lubang, bahkan menjadikannya sebagai kegiatan sehari-hari.
  3. Berat
    Umumnya marmut memiliki berat sekitar 700-1.200 gram. Sedangkan kelinci eropa memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan memiliki berat sekitar 1.200-2.000 gram.
  4. Panjang
    Marmut dewasa biasanya memiliki panjang sekitar 20-25 cm. Sedangkan panjang dari kelinci eropa yaitu 40 cm.
  5. Kemampuan
    Marmut dapat mempelajari jalur rumit untuk mencari makanan, dan dapat secara akurat mengingat jalur yang telah dipelajari selama berbulan-bulan. Sedangkan kelinci eropa mampu menggali setiap harinya, dan akan tinggal di sistem lubang dengan jumlah sekitar 2-10 individu.
  6. Alam Liar
    Marmut tidak dapat ditemukans secara alami di alam liar, karena kemampuannya dalam bertahan hidup di alam liar memang telah berkurang setelah didomestikasi oleh manusia. Sedangkan kelinci eropa masih memiliki jumlah yang berlimpah di alam liar.
  7. Makanan Utama
    Makanan utama dari marmut adalah rumput, mereka juga memiliki kolon yang lebih panjang dari kebanyakan hewan pengerat. Sedangkan makanan utama dari kelinci eropa adalah rumput, wortel dan umbi lainnya.
  8. Kemampuan Mensintesis vitamin C
    Seperti manusia, marmut tidak dapat mensintesis vitamin C mereka sendiri, dan harus mendapatkan vitamin ini dari makanan. Sedangkan kelinci eropa, seperti kebanyakan mamalia, mereka mampu mensitesis vitamin C sendiri.
  9. Masa Gestasi
    Masa gestasi dari marmut berlangsung sekitar 59-72 hari, dan akan melahirkan 3-6 anak. Sedangkan masa gestasi dari kelinci eropa adalah sekitar 30-35 hari.
  10. Anak Yang Baru Lahir
    Tidak seperti kebanyakan hewan pengerat yang melahirkan anak altrikal (belum berkembang), marmut melahirkan anak yang sudah memiliki rambut, gigi, cakar, dan penglihatan. Sedangkan anak kelinci eropa yang baru lahir memiliki mata yang masih tertutup dan tanpa bulu.

Perbedaan Antara Serigala Abu-abu dan Rubah Merah

Perbedaan serigala abu-abu dan rubah merah

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara subspesies canidae terbesar, yaitu serigala abu-abu dengan rubah terbesar, yaitu rubah merah. Keduanya memiliki rentang geografis yang tumpang tindih dan memiliki preferensi makanan yang sama, jadi keduanya memiliki kemiripan yang mencolok, namun ada perbedaannya (yang akan dibahas dalam artikel ini).

Perbandingan Taxonomi
Serigala Abu-abuRubah Merah
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Carnivora Carnivora
Familia Canidae Canidae
Genus Canis Vulpes
Spesies C. lupus V. vulpes
Subspesies C. l. lupus
Perbedaan
Baca Juga: Perbedaan Antara Serigala Abu-abu dan Coyote
  1. Ukuran
    Serigala abu-abu merupakan subspesies terbesar dari semua canidae. Sedangkan rubah merah merupakan spesies rubah terbesar.
  2. Berat
    Serigala abu-abu memiliki berat sekitar 43-45 kg (jantan) dan 36-38,5 kg (betina). Sedangkan rubah merah memiliki berat yang jauh lebih ringan, yaitu 2,2-14 kg (betina, 20% lebih ringan dari jantan).
  3. Bulu atau Rambut
    Seperti namanya, serigala abu-abu memiliki bulu yang panjang dan lebat dengan warna yang didominasi abu-abu. Sedangkan rubah merah memiliki bulu dengan warna merah keemasan (kadangkala juga putih dan hitam).
  4. Subspesies
    Ada sekitar 38 subspesies dari spesies Canis lupus. Sedangkan rubah merah memiliki sekitar 45 subspesies yang telah diakui.
  5. Rentang Geografis
    Persebaran serigala abu-abu mencakup dunia lama dan dunia baru (dan merupakan satu-satunya canis yang mencakup kedua benua tersebut). Sedangkan rubah merah tersebar di seluruh belahan bumi utara dari lingkar Arktik sampai Afrika Utara, Amerika Utara, dan Eurasia.
  6. Masa Hidup
    Umur maksimum dari serigala yaitu sekitar 16 tahun. Sedangkan umur maksimum dari rubah merah adalah sekitar 15 tahun (di penangkaran) dan 5 tahun (di alam liar).
  7. Panjang Tubuh dan Ekor
    Serigala abu-abu yang sudah dewasa memiliki panjang sekitar 134-170 cm. Sedangkan rubah merah memiliki ukuran yang jauh lebih kecil yaitu sekitar 30-55,5 cm.
  8. Tinggi
    Serigala abu-abu memiliki tinggi sekitar 80-85 cm (bahu). Sedangkan rubah merah memiliki tinggi sekitar 35-50 cm.
  9. Panjang Telinga
    Telinga serigala abu-abu memiliki panjang sekitar 90-110 mm. Sedangkan panjang dari telinga rubah merah yaitu sekitar 7,7-12,5 cm.
  10. Kemampuan Melompat
    Serigala abu-abu dapat melompat hingga 5 meter secara horizontal. Sedangkan rubah merah dapat melompat hingga ketinggian 2 meter secara vertikal.
  11. Teritorial
    Serigala abu-abu mempertahankan wilayahnya dari kelompok serigala lain dengan cara melolong dan menyerang langsung. Sedangkan rubah merah mengguankan air kencing untuk menandai wilayahnya.
  12. Anak
    Anak serigala abu-abu yang baru lahir memiliki berat sekitar 300-500 gram. Sedangkan rubah merah yang baru lahir hanya memiliki berat sekitar 56-110 gram.

Perbedaan Antara Rusa Kutub dan Rusa Muse

Perbedaan rusa kutub dan rusa muse

Pernah lihat Sinterklas menaiki kereta luncurnya? Ternyata yang menarik kereta miliki Sinterklas adalah rusa kutub. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan antara rusa kutub (yang biasanya menjadi penarik kereta Sinterklas) dan rusa muse, yang merupakan rusa terbesar di dunia.

Perbandingan Taxonomi
Rusa KutubRusa Muse
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Artiodactyla Artiodactyla
Familia Cervidae Cervidae
Genus Rangifer Alces
Spesies R. tarandus A. alces
Perbedaan
Baca Juga: Perbedaan Antara Tikus Hitam dan Tikus Coklat
  1. Persebaran Geografis
    Rusa kutub memiliki persebaran di daerah Arktik dan Subarktik. Sedangkan rusa muse tersebar di negara-negara seperti Kanada, Alaska, Rusia, dan negara-negara baltik.
  2. Tanduk
    Rusa kutub jantan dan betina mampu menumbuhkan tanduk setiap tahunnya (ukuran tanduk pejantan sedikit lebih besar dari tanduk betina). Tanduk rusa kutub terlihat seperti tanduk rusa pada umumnya. Sedangkan rusa muse jantan memiliki tanduk yang berbentuk tangan terbuka.
  3. Subspesies
    Ada sekitar 12 subspesies dari rusa kutub yang masih ada dan telah diakui. Sedangkan rusa muse hanya memiliki sekitar 8 subspesies.
  4. Ukuran
    Rusa kutub merupakan rusa terbesar kedua di dunia. Sedangkan rusa muse merupakan rusa terbesar dan terberat di dunia.
  5. Fungsi Tanduk
    Fungsi tanduk bagi kedua hewan ini adalah untuk memperebutkan pasangan. Pada rusa muse, tanduk akan dilepaskan setelah musim kawin, hal ini bertujuan untuk menghemat energi.
  6. Adaptasi di Lingkungan Dingin
    Rusa kutub memiliki kaki yang besar dengan kuku berbentuk bulan sabit, hal ini memudahkannya untuk berjalan di atas salju dan rawa-rawa. Sedangkan rusa muse memiliki hidung yang dilengkapi dengan bantalan lemak dan otot yang akan menutup lubang hidung pada saat hidung terkena air.
  7. Panjang Tubuh
    Rusa kutub memiliki panjang sekitar 120-214 cm (jantan) dan 167-205 cm (betina). Sedangkan panjang dari rusa muse yaitu sekitar 2,4-3,1 meter.
  8. Berat Tubuh
    Rusa kutub memiliki berat sekitarr 159-182 kg (jantan) dan 80-120 kg (betina). Sedangkan berat dari rusa muse dapat mencapai sekitar 280-700 kg (jantan) dan 200-490 kg (betina).
  9. Panjang Ekor
    Rusa kutub memiliki ekor dengan panjang sekitar 14-20 cm. Sedangkan rusa muse memiliki ekor yang lebih pendek, yaitu sekitar 5-12 cm.
  10. Gigi
    Rusa kutub memiliki gigi yang sama seperti rusa pada umumnya. Sedangkan rusa muse tidak memiliki gigi depan atas, namun memiliki 8 gigi seri yang berada di rahang bawah.
  11. Makanan Utama
    Makanan utama rusa kutub adalah lumut (di musim dingin) dan dedaunan hingga rumput. Sedangkan makanan utama dari rusa muse adalah vegetasi darat dan vegetasi akuatik.
  12. Sifat Sosial
    Rusa kutub merupakan hewan yang sosial. Sedangkan rusa muse merupakan hewan soliter, hal ini berbeda dengan rusa pada umumnya.
  13. Kemampuan Unik
    Rusa kutub merupakan satu-satunya hewan (selain beberapa gastropoda) yang memiliki enzim lichenase di perutnya. Sedangkan rusa muse tentu tidak memilikinya.
  14. Predator Utama
    Predator utama dari rusa kutub adalah serigala abu-abu. Sedangkan predator dari rusa muse adalah serigala abu-abu dan beruang coklat.

Perbedaan Antara Sapi dan Kambing

Perbedaan sapi dan kambing

Semua orang pasti tahu perbedaan antara sapi dan kambing, karena kedua hewan tersebut memang memiliki perbedaan yang cukup menonjol dan mudah untuk dibedakan satu sama lain. Namun penasarankah Anda mengenai perbedaan antara keduanya yang lebih mendetail? Jika iya, simak artikel berikut.

Perbandingan Taxonomi
SapiKambing
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Artiodactyla Artiodactyla
Familia Bovidae Bovidae
Genus Bos Capra
Spesies B. taurus C. aegagrus
Perbedaan
Baca Juga: Perbedaan Antara Hewan Berkuku Ganjil dan Hewan Berkuku Genap
  1. Total Populasi
    Pada tahun 2009, ada sekitar 1,4 miliar lebih sapi di dunia. Sedangkan total populasi dari kambing mencapai sekitar 924 juta individu (tahun 2011).
  2. Subspesies dan Ras
    Ada sekitar 3 subspesies sapi yang telah diakui. Sedangkan spesies kambing memiliki 300 ras yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
  3. Kerabat Terdekat
    Kerabat terdekat dari sapi adalah banteng, gaur, dan yak. Sedangkan kerabat dekat dari kambing adalah domba. Keduanya dapat kawin silang dan menghasilkan keturunan mandul.
  4. Masa Gestasi
    Masa gestasi dari sapi berlangsung sekitar 9 bulan. Sedangkan masa gestasi dari kambing hanya berlangsung sekitar 150 hari, atau sekitar 5 bulan dan akan melahirkan sekitar satu sampai tiga ekor anak.
  5. Masa Hidup
    Umur sapi ternak dapat mencapai sekitar 25 tahun. Sedangkan umur kambing hanya mencapai sekitar 8-15 tahun.
  6. Bobot
    Bobot sapi dewasa umumnya dapat mencapai sekitar 753-1.090 kg. Sedangkan bobot dari kambing yang dewasa hanya mencapai sekitar 20-140 kg.
  7. Domestikasi
    Sapi telah didomestikasi sekitar 10.500 tahun yang lalu. Sedangkan kambing telah didomestikasi oleh manusia sekitar 10.000 tahun yang lalu.
  8. Jumlah Puting
    Sapi memiliki 4 puting susu. Sedangkan sapi hanya memiliki 2 puting susu.
  9. Bentuk Pupil
    Sapi memiliki bentuk pupil yang biasa, yang terlihat seperti hewan pada umumnya. Sedangkan kambing memiliki pupil yang berbentuk horizontal, dan terlihat jelas.
  10. Janggut
    Umumnya sapi tidak memiliki janggut. Sedangkan kambing jantan maupun betina, keduanya memiliki janggut.

Perbedaan Antara Kambing dan Domba

Perbedaan antara kambing dan domba

Hewan apa yang memiliki tanduk dan hidup di sekitar kita? Pasti jawabannya adalah sapi, kambing dan domba. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan antara kambing dan domba. Kedua hewan tersebut merupakan hewan yang sudah didomestikasi oleh manusia dan sering dimanfaatkan bulu, susu, dan dagingnya.

Perbandingan Taxonomi
KambingDomba
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Artiodactyla Artiodactyla
Familia Bovidae Bovidae
Genus Capra Ovis
Spesies C. aegagrus O. aries
Subspesies C. a. hircus
Perbedaan
Baca Juga: Perbedaan Antara Tikus Hitam dan Tikus Coklat
  1. Domestikasi
    Kambing telah didomestikasi, paling tidak sekitar 10.000 tahun yang lalu. Sedangkan domestikasi domba sudah dilakukan sejak 11.000-9.000 SM di Mesopotamia.
  2. Ras
    Ada sekitar 300 ras kambing yang tersebar di seluruh dunia dan semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Begitu juga dengan domba yang memiliki sekitar 200 ras.
  3. Bobot
    Setiap ras kambing memiliki berat yang spesifik, mulai dari 20-140 kg. Sedangkan bobot dari domba yaitu sekitar 45-160 kg (jantan) dan 45-100 kg (betina).
  4. Total Populasi
    Total populasi kambing di seluruh dunia mencapai 924 juta individu (tahun 2011). Sedangkan total populasi domba yaitu sekitar 1 miliar individu.
  5. Manfaat Bagi Manusia
    Umumnya kambing dimanfaatkan daging, susu, dan kulitnya. Sedangkan domba juga dimanfaatkan daging, susu, dan rambutnya (wol domba merupakan serat hewan yang paling banyak digunakan di dunia).
  6. Keunikan
    Kambing memiliki pupil berbentuk horizontal, karena irisnya yang terlihat pucat, pupil kambing yang kontras jauh terlihat jelas dibandingkan dengan hewan seperti sapi. Sedangkan seperti semua spesies dari genus ovis lainnya, domba memiliki kelenjar aroma tepat di depan mata mereka.
  7. Makanan
    Kambing dikenal sebagai hewan yang mau memakan apa saja, termasuk kaleng dan kardus, makanan utamanya adalah daun. Sedangkan makanan utama dari domba adalah rumput.
  8. Masa Hidup
    Masa hidup dari seekor kambing dapat mencapai sekitar 8-15 tahun. Sedangkan masa hidup dari domba berkisar dari 10-12 tahun (meski beberapa domba dapat hidup hingga umur 20 tahun).
  9. Masa Gestasi
    Masa gestasi dari kambing berlangsung sekitar 150 hari, dan akan melahirkan satu sampai tiga ekor anak. Sedangkan masa gestasi dari domba juga hampir serupa, yaitu sekitar 5 bulan.
  10. Cara Menyusui
    Tidak seperti domba, kambing akan menyusui anaknya dengan cara berbaring.
  11. Fakta Unik
    Kambing merupakan ternak yang paling penting bagi kebanyakan petani kecil di banyak negara. Sedangkan domba merupakan hewan mamalia pertama yang berhasil dikloning dari sel somatik dewasa.

Evolusi Berlaku Bagi Semua Makhluk Hidup

Evolusi Berlaku Bagi Semua Makhluk Hidup

Kalau kita melihat reaksi orang awam tentang teori evolusi, pasti hal pertama yang mereka pikirkan tentang teori evolusi adalah bahwa teori evolusi merupakan teori yang menyatakan bahwa manusia adalah keturunan monyet. Anda bisa melihat sendiri berbagai reaksi orang awam tentang evolusi di facebook, forum online, blog atau situs-situs lainnya.

Baca Juga: Benarkah Manusia Berevolusi Dari Monyet?

Ada orang awam yang menanggapi secara bijak, ada orang awam yang merasa jijik karena disamakan dengan hewan, dan ada orang awam yang bahkan membantah teori evolusi dengan berbagai argumen. Lebih jauh lagi, beberapa orang bahkan menulis sebuah artikel tentang "Bukti Manusia Bukan Keturunan Monyet" yang bertujuan untuk menolak mentah-mentah bahwa manusia adalah keturunan monyet.

Tapi apakah benar bahwa manusia adalah keturunan monyet? Tidak, monyet bukan moyang manusia, begitu juga sebaliknya. Miskonsepsi ini merupakan miskonsepsi yang paling terkenal, dan sering diulang-ulang dalam perdebatan antara orang yang pro-evolusi dan yang kontra-evolusi.

Terlepas dari evolusi manusia yang seringkali diperdebatkan (di kalangan orang awam). Sebenarnya, jika kita ingin mencari bukti evolusi, maka semua spesies yang kita ketahui di bumi ini bisa dijadikan bukti evolusi. Mulai dari bakteri, arkaea, dan eukarya, semuanya bisa dijadikan bukti evolusi. Bahkan virus sekalipun juga mengalami proses evolusi. Sederhananya, selama populasi makhluk hidup tersebut mampu bereproduksi, bermutasi, dan mengalami tekanan selektif, maka populasi makhluk hidup tersebut mengalami evolusi.

Baca Juga: Evolusi, Apanya Yang Berevolusi?

Seperti judul artikel ini "Evolusi Berlaku Bagi Semua Makhluk Hidup". Semua makhluk hidup mengalami evolusi, dan manusia adalah salah satu dari produk evolusi. Ayam, anjing, kucing, singa, bebek dan monyet, semuanya mengalami evolusi. Tapi kenapa hewan-hewan ini (monyet) tidak berevolusi menjadi manusia dan masih tetap ada di hutan? Karena manusia bukan tujuan akhir dari proses evolusi. Selama makhluk hidup tersebut masih mampu bereproduksi, maka makhluk hidup tersebut masih mengalami evolusi.

Semua makhluk hidup memiliki sejarah evolusinya masing-masing. Contohnya kelompok cetacea (paus dan lumba-lumba) yang merupakan keturunan dari mamalia darat (hidup sekitar jutaan tahun yang lalu). Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya rambut, paru-paru, kelenjar susu, plasenta, dan tungkai belakang (organ vestigial) pada paus dan lumba-lumba. Saat ini, subordo cetacea mencakup sekitar 80 spesies, dan dari 80 spesies tersebut, semuanya mengalami tekanan selektif yang berbeda-beda. Ada kelompok spesies cetacea yang mengembangkan balen untuk mencari makan berupa krill, dan ada juga kelompok spesies cetacea yang mengembangkan gigi tajam untuk mencari mangsa berupa anjing laut, ikan, dan paus lainnya.

Semua spesies mengembangkan berbagai kemampuan unik, yang mereka gunakan untuk mengatasi lingkungan yang mereka tinggali (adaptasi). Tapi ada satu hal yang menarik, meski tiap spesies memiliki keunikan tersendiri, namun semuanya dapat diklasifikasikan kedalam sistem hirarkis. Semisal, 80 spesies yang berada di subordo cetacea, semuanya memang memiliki keunikan tersendiri, tapi ke-80 spesies tersebut juga memiliki karakteristik umum yang dimiliki oleh semua anggota subordo cetacea.

Kenapa hewan cetacea yang hidup di laut tapi menggunakan paru-paru untuk bernapas? Kenapa hewan cetacea memiliki kelenjar susu, memiliki rambut, dan memiliki beberapa karakteristik dari hewan mamalia? Jika paus adalah hewan mamalia, kenapa paus memiliki bentuk tubuh yang mirip ikan?

Disinilah teori evolusi berperan (sebagai penjelasan). Kita berusaha mencari penjelasan-penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan di atas dengan menggunakan bukti-bukti yang sudah kita ketahui. Dewasa ini, fakta bahwa kehidupan mengalami evolusi itu sama seperti fakta bahwa bumi mengelilingi matahari.