Benarkah Manusia Berevolusi Dari Monyet?

Manusia berevolusi dari monyet

Pernah mendengar kalimat seperti judul artikel ini? Tahu tidak, jika kalimat seperti itu sering ditanyakan oleh orang yang salah dalam mendefinisikan teori evolusi.

Wajar saja jika salah, karena saat kita mencari informasi tentang evolusi di google, link-link yang muncul pasti mengarah ke situs yang kurang tepat dalam mendefinisikan evolusi.

Saya sarankan jika mencari informasi tentang evolusi, silahkan kunjungi situs-situs semacam wikipedia, talk origin, dan understanding evolution 101. Kredibilitas situs-situs tersebut sudah layak untuk kita ambil referensinya.

Benarkah jika manusia berevolusi dari monyet?

Salah, manusia bukan berevolusi dari monyet. Monyet, bersama dengan primata lain adalah hasil evolusi primata purba. Ilustrasinya seperti gambar di awal artikel ini.

Lalu, kenapa dalam teori evolusi, menyatakan bahwa manusia berevolusi dari monyet?

Dalam teori evolusi tidak pernah menyatakan bahwa manusia berevolusi dari monyet, tidak juga menyebutkan bahwa moyang manusia adalah monyet. Memang benar teori evolusi dengan jelas, menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi. Tapi bukan monyet, monyet sendiri adalah kerabat manusia, keduanya merupakan keturunan primata purba.

Monyet berevolusi dari apa?

Primata purba, sama halnya manusia. Namun, moyang bersama manusia dengan monyet tentu berbeda dengan moyang manusia dan simpanse. Hal ini bisa dipahami dengan percabangan evolusi. Jika ada kesempatan, akan saya bahas di lain artikel blog ini.

Kalau dilihat lebih lanjut, kita hanya akan menemui kesalahpahaman dalam mendefinisikan evolusi, khususnya bagi mereka yang mencoba membantah teori evolusi. Evolusi dalam biologi itu bukan seperti monyet yang lambat laun berubah menjadi manusia. Tapi, evolusi adalah proses yang menyebabkan spesies berubah seiring waktu dari generasi ke generasi berikutnya. Perlu di ingat, yang berubah itu keturunannya (perubahan warna kulit, panjang jari, hingga variasi-variasi kecil yang terjadi). Dalam skala populasi, evolusi juga teramati, yaitu pada perbedaan warna kulit masing-masing ras, namun karena kimpoi antar ras sering terjadi, perbedaan ini menjadi tercampur (jika tidak ada isolasi pada suatu spesies, maka tidak akan ada spesiasi/pembentukan spesies baru).

Evolusi biologi juga bukan proses progresif yang mengharuskan makhluk hidup untuk berubah menuju ke bentuk organisme kompleks seperti manusia. Manusia hanyalah satu dari sekian banyak hasil evolusi primata, hanya saja manusia memiliki kelebihan untuk lebih beradaptasi terhadap lingkungan. Ini berlaku pada semua makhluk hidup, asalkan mampu survive dan mewarisi gen kepada keturunan, maka spesies tersebut akan tetap eksis. Bahkan ikan buta seperti Draconectes narinosus juga dapat bertahan hidup, karena lingkungan mereka ada di gua, yang memungkinkan spesies ini bersaing dengan ikan lain tanpa harus mengandalkan mata.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »