Evolusi Adalah Proses Alami, Bukan Kebetulan

Evolusi adalah proses alami

Bicara mengenai evolusi, pasti pembahasannya tidak jauh dengan propaganda "kebetulan". Pernyataan ini sering kali dilontarkan oleh orang yang kurang paham terhadap teori evolusi. Wajar saja, jika kita mencari topik evolusi di google, pasti ujung-ujungnya menemukan artikel propaganda semacam itu.

Begini kalimatnya "teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan muncul melalui proses kebetulan" dilanjut dengan argumen-argumen yang menyatakan bahwa terlalu mustahil bagi alam untuk merancang makhluk yang bergitu kompleks, begitu indah dan cerdas. Hal ini sering kita temukan di google, bukan masalah memang jika Anda adalah ahli biologi, tapi bagaimana dengan orang awam yang ingin tahu tentang evolusi? Tentu ini adalah permasalahan yang besar.

Memahami apa yang akan dibantah itu adalah suatu keharusan, begitupula saat ada orang yang ingin membantah teori evolusi. Tapi, umumnya orang yang membantah teori evolusi sering melakukan kesalahan berlogika, mereka membuat definisi sendiri tentang evolusi dan menyerang definisi tersebut, dan terlihat seolah mereka telah meruntuhkan teori evolusi.

Bedannya Antara Proses Kebetulan Dan Alami

Sebenarnya, kejadian apapun yang tidak melanggar hukum alam, pasti suatu saat akan terjadi. Dasar dari proses evolusi adalah mutasi. Mutasi merubah gen-gen organisme secara acak. Hasil mutasi bisa bersifat menguntungkan, netral atau merugikan. Organisme semacam kucing muncul dari proses yang berlangsung lama, tidak tiba-tiba muncul secara kebetulan. Individu kucing yang ideal ini hanya mewarisi gen-gen yang menguntungkan dari moyangnya. Jadi munculnya kucing tidak langsung ada dari sesuatu yang benar-benar bukan kucing. Melainkan muncul secara bertahap (kemunculannya juga bukan langsung individu yang ideal, tapi perubahan dalam populasi secara gradual).

Ditambah, peran lingkungan, predator, makanan adalah untuk mengarahkan perubahan tersebut akan ke arah mana.

Jadi, memang benar evolusi didasarkan pada proses acak (yang mungkin bisa dianggap kebetulan), tapi bukan berarti evolusi itu benar-benar acak. Jika kita analogikan mutasi sebagai kecelakaan (kehilangan mata), maka jika spesies semacam primata mendapatkannya pasti akan kalah saing dengan primata lain atau dimangsa predator sebelum bisa bereproduksi. Berbeda dengan ikan gua yang dapat hidup meski tanpa mata.

Ingat, kunci evolusi adalah reproduksi, asalkan bisa bereproduksi, maka sifat genetis semacam apapun dapat tetap bertahan dalam populasi organisme tersebut (inilah alasan kenapa penyakit genetis masih tetap ada).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »