Kenapa Kita Sulit Memahami Evolusi?

Kenapa kita sulit memahami evolusi?

Pernahkah Anda mendengar ada orang mengatakan "teori evolusi, ah hanya teori belaka, mana mungkin manusia berevolusi dari monyet"? Ini adalah contoh kasus dimana kita sulit memahami evolusi atau lebih tepatnya, kita tidak mau memahami teori evolusi.

Baca juga: Benarkah Manusia Berevolusi Dari Monyet?

Sebenarnya, alasan sulit memahami evolusi memang banyak, tapi jika Anda serius mencoba memahami evolusi (setidaknya pahami definisi evolusi). Maka seterusnya Anda bisa dengan mudah menerima apa yang dijelaskan dalam teori evolusi.

Kebanyakan orang-orang yang menolak evolusi biasanya hanya karena tidak ingin disejajarkan derajatnya dengan hewan. Padahal, dalam biologi, manusia diklasifikasikan kedalam kingdom animalia (hewan). Hal ini berarti menunjukkan bahwa manusia adalah hewan, lalu kenapa tidak mau disejajarkan dengan hewan?

Mungkin sudah menjadi hal yang wajar, biasanya banyak juga dari kita yang akan malu jika diketahui punya saudara yang jelek, miskin atau memiliki kekurangan lain. Walau ini wajar, tapi dalam ranah ilmu pengetahuan, seharusnya kita bisa berpikir objektif.

Kemiripan Antar Spesies

Mari kita coba sedikit memahami evolusi. Saat kita melihat artis cantik atau orang yang kita suka, mungkin kita berpikir betapa sempurnanya manusia itu. Kalau ada orang yang mengatakan artis tersebut mirip dengan gorilla betina, jelas kita akan menolaknya mentah-mentah, pasti kita akan berpikir betapa lucunya orang yang mengatakan artis cantik mirip dengan gorilla.

Namun dibalik perbedaan wajah, masih lebih banyak kemiripannya, dan kemiripan ini didasarkan pada bukti objektif seperti adanya kelenjar susu, rambut dan tidak memiliki ekor pada keduanya. Dari kemiripan ini, kita mulai berpikir, kenapa kelenjar susu hanya ada di manusia, gorilla dan mamalia lain? Sedangkan tidak ada pada ikan. Mungkinkan ada hubungan diantara keduanya? Ya, mereka berkerabat. Gorilla sendiri lebih berkerabat dengan manusia dibangingkan dengan ikan hiu.

Jadi ada kemiripannya, ada juga perbedaannya. Itulah kenapa ada tingkatan takson. Semakin tinggi tingkatan takson semakin umum pula karakteristiknya. Manusia, simpanse, gorila, dan orangutan memiliki karakteristik yang sepaket, yang khas yang hanya ada di kera besar.

Pengklasifikasian

Meski kita membeda bedakan antar spesies, genus, dst. Namun sebenarnya tidak ada kategori mutlak di alam. Tidak ada bentuk ideal yang bisa disebut kucing, tidak ada bentuk ideal yang bisa disebut ikan. Karena semuanya bervariasi. Satu individu spesies hanyalah satu dari banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Kita dapat menemukan fosil-fosil peralihan antara satu takson dengan takson lain.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »