12 Fakta Unik Tentang Buaya

Fakta unik buaya

Seringkah Anda melihat buaya? Baik di TV, channel youtube, atau artikel web? Pastinya sering. Ternyata buaya itu tidak sembarang buaya, maksudnya apa? Jadi, tidak semua yang kita lihat seperti buaya adalah buaya sejati. Bisa jadi, hewan tersebut adalah alligator (alligator berbeda dengan buaya sejati).

Pada artikel ini kita akan membahas tentang buaya sejati, yang diklasifikasikan kedalam subfamili Crocodilinae.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Reptilia
Ordo Crocodilia
Familia Crocodylidae
Subfamili Crocodylinae

12 Fakta unik tentang Buaya

  1. Buaya adalah reptil besar yang hidup di seluruh daerah tropis di Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Habitatnya bisa di sungai, rawa-rawa, dan air asin.
  2. Buaya sejati, berkerabat dekat dengan alligator, chaiman, gharial, dan false gharial. Yang membedakan buaya sejati dengan alligator adalah moncong mereka yang relatif berbentuk V, sedangkan alligator memiliki moncong berbentuk U. Baca juga: 7 Fakta Unik Tentang Alligator
  3. Setiap spesies memiliki ukuran, morfologi, tingkah laku serta ekologi yang berbeda. Namun semua buaya adalah semiakuatik, cenderung berkumpul di sungai, air payau, serta air asin. Semua buaya juga merupakan hewan tropis.
  4. Garis keturunan buaya sejati terpisah dengan garis keturunan buaya lainnya sekitar 55 juta tahun yang lalu, pada zaman Eocene.
  5. Subfamili crocodylinae (Buaya sejati) mencakup 14 species dalam 3 genus yang tersebar di berbagai benua.
  6. Spesies buaya yang tersebar di indonesia, meliputi: Buaya air asin (Crocodylus porosus), buaya siam (Crocodylus siamensis).
  7. Fisik buaya memungkinkan untuk menjadi predator yang sukses. Morfologi eksternarnya menunjukkan bahwa buaya adalah predator semiakuatik. Kakinya berselaput, namun saat berenang buaya tidak menggunakan kakinya untuk mendayung, melainkan dilipat kesamping. Saat menyelam, hidung buaya tertutup.
  8. Buaya tidak bisa menjulurkan lidahnya, karena lidahnya tertahan oleh selaput.
  9. Buaya terbesar adalah buaya air asin (Crocodylus porosus) dengan panjang 7 meter dan berat 1000 kg.
  10. Buaya dapat mengganti masing-masing dari 80 gigi mereka hingga 50 kali dalam usia 35 sampai 75 tahun.
  11. Gigi buaya lebih dimodifikasi untuk menggigit dan menahan mangsa. Tidak seperti hiu yang difungsikan untuk merobek-robek mangsa. Biasanya buaya memutar tubuhnya untuk memotong daging mangsa. Otot rahang mereka sangat kuat untuk menutup rahang namun tidak cukup kuat untuk membuka rahang.
  12. Embrio buaya tidak memiliki kromosom seks, jenis kelamin mereka ditentukan oleh suhu. Pada suhu 30°C menghasilkan buaya betina, dan pada suhu 31-33°C menghasilkan buaya jantan (beberapa spesies menghasilkan betina).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »