12 Fakta Unik Tentang Lumba-lumba Peale

Lumba-lumba peale

lumba-lumba Peale / Peale's dolphin (Lagenorhynchus australis)

Lumba-lumba peale, terdengar sangat asing bukan? Ya, karena lumba-lumba ini adalah spesies endemik di perairan sekitar Tierra del Fuego. Sebagai orang indonesia tentu kita tidak tahu, atau bahkan tidak peduli (spesies endemik negara sendiri saja kurang tahu) apalagi spesies dari negara lain. Iya kan? Mungkin setelah baca beberapa fakta menarik berikut ini, kita jadi sedikit mengetahui tentang spesies ini.

1. Spesies lumba-lumba peale diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum chordata, kelas mamalia, ordo artiodactyla, infraordo cetacea, famili delphinidae dan genus Lagenorhynchus.

2. Spesies lumba-lumba peale tersebar di perairan sekitar Tierra del Fuego dan Amerika Selatan bagian selatan.

3. Nama lain dari lumba-lumba peale adalah lumba-lumba hitam chinned atau bahkan sering juga disebut lumba-lumba hitam chined peale.

4. Meski sekarang diklasifikasikan kedalam genus Lagenorhynchus bersama dengan 5 spesies lainnya. Namun penelitian molekuler terbaru menunjukkan bahwa lumba-lumba peale ternyata lebih berkerabat dengan lumba-lumba dari genus Cephalorhynchus. Dimasa yang akan datang, mungkin akan dilakukan reklasifikasi pada spesies ini.

5. Lumba-lumba peale dan spesies lain dari genus Cephalorhynchus merupakan spesies lumba-lumba yang tidak bersiul.

6. Panjang anak lumba-lumba peale saat pertama dilahirkan adalah sekitar satu meter.

7. Lumba-lumba peale dewasa memiliki panjang sekitar 2,1 meter.

8. Berat dari lumba-lumba dewasa spesies ini adalah sekitar 115 kg.

9. Kalau dilihat dari jauh, lumba-lumba ini akan terlihat seperti lumba-lumba duski.

10. Kelompok lumba-lumba peale biasanya berjumlah sedikit, hanya mencapai 5 sampai 20 individu per kelompok. Namun pernah ditemui kelompok yang memiliki jumlah 100 individu.

Baca Juga: Ikan Terbesar Adalah Hiu Paus Bukan Paus

11. Makanan lumba-lumba peale adalah ikan kecil, cumi-cumi, udang, dan juga gurita.

12. Selama tahun 1970-an dan 80-an, nelayan negara chili menangkap dan menggunakan daging lumba-lumba peale sebagai umpan kepiting.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »