14 Fakta Unik Tentang Lumba-lumba Sisi Putih Atlantik

Lumba-lumba sisi putih atlantik

Lumba-lumba Sisi Putih Atlantik / The Atlantic White-sided Dolphin (Lagenorhynchus acutus)

Kepala dan coraknya mirip pinguin, dan imut-imut. Entah apa lagi yang bisa saya katakan dari spesies lumba-lumba ini. Ternyata spesies lumba-lumba ini memiliki keunikan tersendiri, mau tahu? Mari kita simak bersama-sama.

1. Lumba-lumba sisi putih Atlantik diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum chordata, kelas mamalia, ordo artiodactyla, infraordo cetacea, familia delphinidae dan genus Lagenorhynchus.

2. Orang yang memberi nama spesies ini adalah John Edward Gray, pada tahun 1828.

3. Nama acutus berasal dari bahasa latin yang berarti runcing. Kata ini digunakan untuk menamai karena lumba-lumba sisi putih atlantik memiliki sirip dorsal yang terkesan tajam.

4. Dalam genus Lagenorhynchus terdapat 6 spesies, salah satunya adalah lumba-lumba sisi putih atlantik.

5. Persebaran spesies ini berada di lautan Samudera Atlantik Utara, lautan tersebut memiliki suhu yang sedang dan sejuk.

6. Panjang lumba-lumba jantan dari spesies ini mencapai 2,8 meter. Sedangkan betina, hanya memiliki panjang sekitar 2,5 meter.

7. Spesies lumba-lumba sisi putih atlantik memiliki bobot sekitar 200-230 kg. Bisa dibilang lebih besar dari lumba-lumba kebanyakan.

8. Lumba-lumba ini mencapai kematangan seksual pada umur 6-12 tahun bagi yang betina. Sedangkan yang jantan lebih lama yaitu 7-11 tahun.

9. Masa kehamilan dari spesies lumba-lumba sisi putih atlantik umumnya adalah 11 bulan.

10. Lumba-lumba jantan dari spesies ini memiliki umur mencapai 22 tahun dan betina dapat memiliki umur lebih panjang, sekitar 27 tahun.

Baca Juga: Perbedaan Orca dan Pseudorca

11. Jumlah individu dalam masing-masing kelompok lumba-lumba ini bervariasi, dan tergantung lokasi. Biasanya sekitar 60 individu.

12. Lumba-lumba sisi putih atlantik ternyata cukup akrobatik dan sering berinteraksi dengan perahu.

13. Lumba-lumba sisi putih atlantik merupakan hewan yang jinak, bahkan sering diamati sedang melakukan interaksi dengan spesies cetacea lainnya, seperti paus pilot bersirip panjang (Globicephala melas).

14. Pada tahun 2008, diyakini spesies ini memiliki jumlah sekitar 200-300000 individu.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »