16 Fakta Unik Kucing Liar Afrika

Kucing liar afrika

Kucing liar Afrika / African Wildcat (Felis lybica)

Meski liar, imut tetaplah imut. Mungkin kata-katanya kebalik. Moyang spesies ini diperkirakan sebagai moyang kucing domestik, kucing yang suka nurut pada pemiliknya.

1. Kucing liar afrika diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum chordata, kelas mamalia, ordo karnivora, subordo feliformia, famili felidae, subfamili felinae, dan genus Felis.

2. Garis keturunan kucing liar afrika terpisah dengan spesies lainnya sekitar 131000 tahun yang lalu.

3. Kucing liar afrika pertama dijinakkan sekitar 10000 tahun yang lalu. Sebagai perbandingan, anjing lebih awal dijinakkan sekitar 15000 tahun yang lalu.

4. Kucing liar afrika merupakan kerabat terdekat kucing domestik.

5. Warna bulu kucing liar afrika biasanya berwarna abu-abu, kuning pucat, dan kemerah-merahan.

6. Panjang tubuh kucing liar afrika yaitu sekitar 47-59 cm pada populasi di Afrika Utara. Sedangkan populasi di Yaman memiliki panjang tubuh sekitar 46-57 cm.

7. Berat kucing liar afrika yaitu sekitar 3,2-4,5 kg.

8. Panjang ekor kucing ini yaitu sekitar 25-32 cm.

9. Bulunya jauh lebih pendek dari kucing liar eropa dan memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding kucing liar eropa.

10. Kucing liar afrika dapat ditemukan di Afrika Utara, Semenanjung Arab, hingga Laut Kaspia.

Baca Juga: Perbedaan Antara Singa dan Harimau

11. Kucing liar afrika merupakan hewan nokturnal.

12. Makanan utama mereka adalah tikus, burung, dan serangga.

13. Induk kucing dapat melahirkan satu sampai tiga ekor anak.

14. Masa gestasi kucing liar afrika adalah sekitar 56-69 hari.

15. Kucing liar afrika mengalami kematangan seksual pada umur 6 bulan.

16. Domestikasi kucing yang nanti menjadi cikal bakal nenek moyang kucing domestik, terjadi di Timur Tengah, kemungkinan di Turki dan Mesir.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »