Apakah Seks Adalah Sesuatu Yang Hina?

Apakah seks itu hina?

Sebenarnya apasih tujuan sex itu? Dari sudut pandang biologi, seks merupakan sebuah proses yang harus dilakukan hewan seksual untuk bereproduksi. Ya, seks merupakan kondisi dimana (maaf, agak vulgar, aktornya bernama kambing) pejantan kambing memasukkan penisnya ke kambing betina. Seks yang saya sebutkan ini merupakan seks dengan cara fertilisasi internal.

Hewan-hewan yang melakukan fertilisasi secara internal mirip kambing di atas adalah hewan-hewan mamalia (semuanya), burung (semuanya), reptil (semuanya). Sebagai perbandingan, hewan yang melakukan fertilisasi secara eksternal itu seperti kodok, dan ikan-ikan tertentu.

Lebih spesifik lagi, jika kita bandingkan cara kita ngeseks dengan cara ngeseks hewan lain. Maka hewan-hewan yang cara ngeseksnya mirip manusia itu adalah primata, terutama bonobo. Coba Anda search youtube dengan kata kunci "Bonobos mating" pasti Anda akan terkejut.

Bonobo memang merupakan salah satu hewan yang memanfaatkan seks selain untuk bereproduksi. Hewan lain yang menikmati seks itu seperti lumba-lumba, simpanse, dan manusia (manusia adalah bagian dari kingdom animalia).

Manusia menikmati seks, karena pada saat ejaku****, menyebabkan produksi hormon dopamin di otak. Hal ini sama seperti saat kita kenyang dan setelah olahraga. Hormon dopamin yang diproduksi di otak ini akan menyebabkan rasa bahagia. Meski tanpa seks sekalipun, kita bisa memproduksi hormon ini dengan cara (maaf) ona**. Makannya banyak orang yang kecanduan seks atau ona**, itu karena menurut instingnya adalah sesuatu yang baik.

Kenapa sih secara alami (insting kita), kita cenderung senang terhadap seks?

Ingat, tujuan utama seks (dari sudut pandang biologi) adalah untuk bereproduksi. Jika Anda sudah mengenal konsep evolusi, dimana individu yang memiliki sifat menguntungkan nantilah yang akan mendominasi generasi berikutnya. Maka, banyak keturunan merupakan sesuatu yang menguntungkan, dan individu dengan rasa suka terhadap seks ini otomatis akan membuat, membuat, dan membuat keturunan. Akhirnya generasi berikutnya akan didominasi keturunan yang mewarisi sifat suka seks dari induknya.

Lalu, kita ini merupakan keturunan dari hewan yang suka seks tersebut, yang sudah memiliki sistem reproduksi yang lebih kompleks. Terlepas dari itu, sebenarnya tujuan utama seks (seperti yang sudah saya tulis) adalah untuk bereproduksi, bukan untuk kesenangan (ini tujuan sekunder). Kalau ngeseks/ona** hanya untuk kesenangan, ya saya rasa hanya buang-buang waktu (terserah Anda juga sih).

Apakah individu yang suka ngeseks ini sangat menguntungkan?

Bukan menguntungkan lagi, tapi malah harus dilakukan. Namun hal merugikan terjadi pada manusia, dimana kita tidak lagi memandang seks sebagai sesuatu untuk bereproduksi dan malah memandang seks sebagai sesuatu untuk hiburan.

Nah, untungnya pada organisme sosial seperti manusia, kita sudah mengembangkan budaya, norma, dan teknologi untuk mencegah seks. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah menghindari over populasi, makannya ada program KB yang mengharuskan setiap keluarga agar hanya memiliki 2 anak.

Jika kita melihat perkembangan budaya dan norma manusia mengenai seks. Mungkin kita akan menemukan dimana ada sistem poligami, si raja punya banyak istri (enak yah?). Atau sistem perbudakan yang boleh mengajak budaknya ngeseks (lagi, lagi, bikin saya iri). Kalau kita melihat kerabat terdekat kita, yang secara alami menganut konsep monogami adalah kera kecil, dimana satu pasangan hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Sedangkan kerabat terdekat kita seperti simpanse, malah cenderung poligami, dan bonobo yang menganut seks bebas.

Kita, yang merupakan hewan tercerdas di bumi, pasti tahu kalau sesuatu seperti poligami itu tidaklah menguntungkan bagi kita yang tidak berkuasa. Makannya sistem monogami lebih berkembang, dan wanita juga tidak kalah gengsi dibandingkan dengan laki-laki.

Jadi, seks itu hina atau tidak?

Pandangan bahwa seks itu hina, sebenarnya hanyalah hasil dari kemampuan kita yang telah menyadari bahwa poligami, seks bebas, homoseks, dan perbudakan merupakan sesuatu yang tidak menguntungkan (yaiyalah, nanti betina-betina akan memilih ngeseks dengan pejantan dominan, mirip walrus). Sesuatu yang merugikan kita. Sesuatu yang kita harap tidak ada. Namun pada negara tertentu dengan budaya dan aturan berbeda mungkin tidak memandang seks sebagai sesuatu yang hina, karena mereka lebih menerima siapa kita sebenarnya.

Semenjijikan (dari sudut pandang orang awam) apapun itu, tidaklah layak bagi kita untuk memandang rendah sebuah proses yang melahirkan kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »