Kejamkah Hidup Ini dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kejamkah hidup ini?

Banyak masalah, banyak kerjaan yang tidak terselesaikan, banyak yang memfitnah, banyak gosip yang buruk, banyak pembunuhan, dan ketidakadilan. Mungkinkah hidup itu kejam? Seberapa kejam sih hidup ini? Apakah kita bisa bebas dari kejamnya hidup ini. Mungkinkah alam semesta hanyalah sosok yang sangat-sangat-sangat kejam?

Ya, paragraf di atas mungkin merupakan alam semesta yang dilihat dari sudut pandang orang miskin dan sengsara di suatu tempat.

Kemungkinan akan seperti ini:

Banyak penghargaan, banyak permintaan untuk tampil, banyak pujian, banyak gosip yang baik, banyak kelahiran, dan keadilan. Mungkinkah hidup itu keindahan? Seberapa indah sih hidup ini? Apakah kita bisa terus merasakan keindahan hidup ini. Mungkinkah alam semesta hanyalah sosok yang sangat-sangat-sangat baik?

Jika orang tersebut adalah artis yang kaya raya, dan hidup menyenangkan, maka alam semesta dalam sudut pandangnya adalah alam semesta yang penuh dengan kebahagiaan.

Tidak hanya itu, ada banyak sudut pandang mengenai alam semesta, dan sudut pandang ini biasanya dipengaruhi oleh budaya setempat. Entah itu alam semesta yang kejam atau alam semesta yang indah. Dalam artikel ini saya akan menunjukkan hal-hal yang pasti terjadi dan objektif. Jika kita ingin melihat alam semesta yang sebenarnya, mungkin kita harus melihat alam semesta berdasarkan hal-hal berikut ini.

Hampir selalu ada kematian dan kelahiran, per hari, per jam, per detik

Semua organisme (makhluk hidup) mengikuti aturan biologis, yaitu mengalami kematian. Entah itu dibunuh oleh organisme lain, atau karena menua. Mikrorganisme seperti bakteri hanya akan hidup dan membelah diri dalam beberapa jam, atau menit. Hewan-hewan kecil seperti mayfly hanya hidup selama satu hari dalam bentuk dewasanya. Semua manusia juga pada akhirnya akan mati.

Ada banyak hewan mamalia plasenta yang mati, bahkan sebelum dia dilahirkan. Ada banyak burung dan hewan bertelur lainnya yang mati, bahkan sebelum menetas. Banyak tumbuhan mati karena kekeringan dan lain sebagainya.

Kelahiran juga terjadi hampir sama banyaknya dengan kematian. Karena yang lahir, pasti akan mati (ini bukan pandangan filosofi, ini fakta).

Untuk hidup, kita harus memakan sesuatu yang hidup

Beberapa organisme autotrof mungkin hanya membutuhkan zat-zat anorganik yang sudah terurai. Namun bagaimana dengan organisme heterotrof seperti hewan, terutama manusia. Kita harus makan demi hidup kita. Apa yang kita makan? Makhluk hidup lain. Seperti halnya singa yang akan membunuh rusa, demi dirinya dan anak-anaknya sendiri. Seperti ikan piranha, yang bahkan akan melakukan kanibal demi hidupnya sendiri. Beberapa hewan, malah memakan anaknya sendiri yang terlihat cacat (hamster).

Pada organisme dengan kecerdasaan seperti manusia. Kita berhasil mengembangkan moral, moral merupakan sesuatu yang diperlukan untuk kelangsungan hidup suatu populasi organisme sosial. Adanya moral, tidak membuat manusia satu membunuh manusia yang lain atau bahkan memakannya, (maaf) meski hal ini bisa dilakukan.

Selalu ada perjuangan dan persaingan untuk hidup

Mau tidak mau, seekor singa yang ingin tetap hidup harus bersaing dalam memperebutkan mangsa dengan singa lainnya, atau bahkan spesies-spesies yang hidup di rentang geografis dan relung ekologis yang sama seperti hayna, citah, dan anjing hutan. Selain persaingan antar predator, seekor singa juga harus bersaing dengan kemampuan mangsanya.

Pada hewan lain, hewan yang memakan rumput mungkin terkesan damai, padahal tidak, mereka juga akan melakukan perkelahian untuk memperebutkan betina. Jika ada yang menang, pasti ada yang kalah, entah semenyedihkan apapun itu.

Pada organisme seperti manusia, persaingan yang dilakukan lebih kompleks lagi. Seperti persaingan antar negara, antar perusahaan, antar pemahaman yang berbeda. Bahkan artikel ini juga bersaing dengan artikel dari mereka yang memiliki sudut pandang berbeda dalam menjawab pertanyaan "kejamkah hidup ini dan bagaimana mengatasinya?".

Hampir selalu ada perbedaan

Dalam populasi bakteri, mungkin kebanyakan individunya adalah identik satu sama lain. Namun pasti ditemukan individu dengan mutasi yang sedikit berbeda dari yang lainnya. Hal ini yang biasanya menyebabkan populasi bakteri dapat kebal terhadap antibiotik. Mutasi sendiri merupakan perubahan pada materi genetik, yang disebabkan oleh kesalahan meiosis, replikasi DNA, dan sinar UV.

Dalam organisme multiseluler yang bereproduksi secara aseksual, kita ambil contoh yang bertunas. Pohon pisang yang yang ditanam pasti memiliki kesamaan dengan induknya. Lagi, lagi, meski begitu pasti dalam beribu-ribu individu pohon pisang akan selalu ditemukan individu yang mengalami mutasi dan individu ini memiliki sifat baru, dan akhirnya semua keturunan individu ini akan mewarisi karakteristik tersebut. Sebab itu banyak ditemukan varietas pohon pisang, mulai dari pisang yang besar, pendek, panjang, dan tentu yang enak.

Dalam organisme seksual, perbedaan yang dihasilkan lebih terasa. Keturunan organisme seksual merupakan hasil kombinasi antara genetik jantan dan betina. Misalnya saja, manusia yang lahir pasti akan memiliki perbedaan dengan kakak atau adiknya, bahkan jika kembar identik sekalipun, pasti ada perbedaan, seperti sidik jarinya.

Lalu, kesimpulannya apa?

Hal-hal yang sudah saya sebutkan pada paragraf di atas pasti akan selalu terjadi. Terlepas dari cara Anda memandang hal-hal tersebut.

Saya tanya, apakah Anda sedih jika teman Anda terkena musibah? Apakah Anda akan sedih jika ibu Anda meninggal? Apakah Anda sedih jika pernyataan cinta Anda ditolak oleh orang yang Anda cintai?

Saya jamin, semua orang pasti akan menjawab "Iya". Dalam kasus ini, kita tahu satu hal yang pasti, yaitu kita sedih jika sesuatu yang penting bagi kita tidak bisa kita dapatkan atau menghilang. Bahkan benda mati yang hancur, jika benda itu milik Anda, pasti akan Anda tangisi.

Saya tanya lagi, apakah Anda sedih jika ada semut yang mati? Apakah Anda sedih jika ada rusa yang tiba-tiba dibunuh oleh singa? Apakah Anda sedih jika musuh Anda kalah dari persaingan dengan Anda? Apakah Anda sedih saat memakan daging dari ayam yang hidupnya sangat memprihatinkan (dikurung)?

Mungkin jawabannya adalah "Tidak", dengan berbagai alasan, atau malah senang dan menikmatinya. Jujur, saya sendiri juga akan senang jika melihat musuh saya terkena musibah.

Hampir dipastikan sesuatu yang membuat Anda senang adalah sesuatu yang menguntungkan bagi Anda dan kita bahkan tidak peduli dengan kematian seekor semut karena itu tidak penting/tidak menguntungkan bagi hidup kita.

Sayangnya dunia ini juga berjalan hanya berdasarkan hukum alam yang ada. Makan dan dimakan, persaingan untuk hidup, adanya perbedaan merupakan sesuatu yang wajar di alam.

Kelahiran Anda sendiri juga sebenarnya merupakan sesuatu yang tidak menguntungkan, baik bagi makhluk hidup lain atau saudara Anda sendiri. Tapi dalam kondisi tertentu Anda menguntungkan bagi orangtua Anda dan adik, kakak, dan semua orang yang sudah Anda tolong/bantu.

Kasih sayang di alam ini sebenarnya hanyalah serangkaian interaksi yang saling menguntungkan. Alam semesta sebenarnya hanyalah berisi kejadian makan dan dimakan, perjuangan untuk hidup, dan perbedaan genetik.

Jika dalam kondisi tertentu Anda tidak lagi menguntungkan orang lain, teman Anda, orang lain dan bahkan keluarga Anda. Maka bersiaplah akan konsekuensinya, baik hukuman berupa terasingkan, dibenci, dipenjara, dan lain sebagainya.

Namun satu hal yang pasti, seperti seekor singa yang melindungi anaknya. Satu-satunya yang menganggap Anda penting (menyayangi Anda) jika semua makhluk hidup ini tidak peduli pada Anda, yaitu induk Anda sendiri. Maka dari itu, tidak penting juga apakah alam semesta kejam atau tidak, yang terpenting adalah hubungan Anda sendiri dengan orang lain. Terutama hubungan dengan keluarga Anda.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »