Kenapa Ada Orang Jelek dan Orang Cantik?

Kenapa ada orang cantik dan jelek?

Pernahkan Anda berpikir bahwa Anda lebih cantik atau lebih jelek dibandingkan dengan orang lain? Jika iya, pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa? Apakah kecantikan Anda adalah takdir atau apa? Mungkinkah Anda mendapatkan takdir yang bagus, karena dilahirkan dengan fisik yang cantik/tampan/perfect. Atau mungkin Anda yang terlahir jelek malah pernah mencoba bunuh diri, karena merasa hidup dengan fisik jelek itu tidaklah menyenangkan?

Faktor apa saja sih yang membuat Anda lebih cantik/jelek daripada orang lain?

Akan saya bagi kedalam dua faktor. Faktor non-genetis, faktor ini mencakup tingkah laku Anda, seperti suka makeup, suka mandi, atau kebalikannya seperti jarang mandi, jarang sikat gigi, banyak bekas luka di muka Anda, banyak jerawat. Sedangkan faktor kedua adalah faktor genetis, faktor ini mencakup bentuk muka, postur tubuh, jenis kelamin, warna kulit, bentuk rambut, dan hidung panjang atau pendek.

Jika Anda terlihat jelek hanya karena tingkah laku Anda yang jarang mandi, tidak suka pakai baju bagus (memang ada? Ya, saya sendiri), jarang sikat gigi, tidak rapih. Maka hal ini bisa Anda ubah, dan tentu bisa merubah tingkat kecantikan/ketampanan Anda. Mungkin teman Anda yang melihat penampilan Anda yang baru di upgrade akan langsung jatuh hati ke Anda.

Tapi tunggu dulu, itu hanya faktor non-genetis, artinya faktor yang memang dipengaruhi oleh lingkungan, pola pikir, dan budaya setempat.

Faktor yang terpenting adalah faktor genetis, faktor yang biasa orang sebut sebagai takdir. Faktor genetis biasanya berkaitan dengan bentuk muka, panjang hidung, bentuk rambut, postur tubuh, warna kulit, dan warna mata. Memang senang sih jika Anda terlahir cantik. Namun jika terlahir jelek, maka habislah sudah Anda. Genetis seseorang tidak bisa dirubah (bisa sih, jika operasi plastik), dan operasi plastik hanya merubah fenotipenya saja, bukan genetiknya.

Siapa sih yang pantas disalahkan atau dibanggakan jika fisik Anda jelek/cantik?

Tidak perlu jauh-jauh, siapa lagi kalau bukan orang tua Anda. Saya bukan mengajak Anda untuk menyalahkan orang tua Anda, juga tidak mengajak Anda untuk membanggakan orang tua Anda. Tapi, kebenarannya memang begitu, faktor genetis merupakan faktor yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Pada organisme aseksual, biasanya keturunannya selalu 100% sama dengan induk, dan pada organisme seksual biasanya keturunannya memiliki setengah gen dari pejantan dan betina. Manusia adalah hewan seksual (baca: Apakah Manusia Adalah Primata?), jadi manusia mengikuti aturan tersebut.

Jika Anda bukan ahli biologi (seperti saya), maka cara memahaminya cukup mudah. Anda lihat wajah ibu Anda, apakah dia cantik? Jika iya, kenapa Anda tidak cantik? Ada dua jawaban, pertama adalah Anda bukan perempuan, kedua yaitu jangan lupakan ayah Anda, karena setengah genetik Anda berasal dari ayah Anda, mungkin saja ayah Anda jelek. Namun kasusnya berbeda jika ayah Anda tampan dan ibu Anda jelek, namun Anda mirip pembantu Anda (maaf, mungkin kasus perselingkuhan).

Tapi bukan berarti ayah tampan dan ibu cantik akan melahirkan anak cantik/tampan yah, dan sebaliknya. Konsep genetik tidak sesederhana itu, saya hanya menyederhanakannya saja. Bisa saja lahir cacat, karena anak tersebut lahir dari incest, atau kebetulan yang diekspresikan dari gennya adalah kombinasi buruk dari orang tuanya.

Terus, kesimpulannya apa?

Adanya orang jelek dan orang cantik itu karena faktor di atas (non-genetis dan genetis). Tiap individu terlahir dengan genetik yang berbeda, dan dibesarkan di lingkungan yang berbeda.

Lah, kalau begitu, semua orang juga tahu kan?

Tapi kenapa? Kenapa harus ada perbedaan?

Jawabannya adalah evolusi. Lanjut: Apa Itu Evolusi?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »