Kenapa Hidup Ini Tidak Adil?

Kenapa hidup ini tidak adil?

Pada saat seseorang tidak mendapatkan hak apa yang sepantasnya dia terima, atau pada saat orang tersebut tidak mendapatkan apa yang sepantasnya dia dapat, disitulah ketidakadilan. Mungkin inilah yang sering dipikirkan oleh banyak orang. Banyak orang yang selalu memandang bahwa dunia ini tidaklah adil, dan berakhir depresi. Namun dilain sisi, ada orang yang merasa bahwa dunia ini benar-benar indah dan adil, karena dia mendapatkan semua hal yang diinginkannya.

Dunia ini adalah neraka bagi mereka yang hidup di keluarga yang miskin, kurang pendidikan, memiliki fisik yang pas-pasan atau bahkan cacat. Dunia ini juga merupakan surga bagi mereka yang lahir di keluarga kaya raya, pendidikan tinggi, wajah cantik/tampan.

Mungkin sebagian orang akan menerima kenyataan bahwa dirinya dilahirkan di keluarga miskin dengan fisik pas-pasaan, karena menurut mereka hal itu adalah takdir. Lalu bagaimana dengan hal-hal seperti bekerja keras namun tidak dihargai, selalu belajar namun nilai rendah, sudah ulet dan rajin namun hasil tetap sama.

Adilkah dunia dengan adanya hal-hal "kejam" seperti itu?

Namun ada satu hal yang lebih penting, apa itu? Keadilan sendiri merupakan konsep, konsep yang kita buat agar kita mendapatkan sesuatu yang sama banyaknya, sama enaknya. Adanya hukum, pengadilan, wasit dan adat istiadat merupakan sesuatu yang kita buat, yang didasarkan dari konsep keadilan.

Mungkin Anda kurang setuju jika hukum ternyata dibuat oleh manusia. Memang kenyataannya begitu, hukum juga terus diperbarui dari zaman ke zaman. Aturan yang usang akan digantikan dengan atuaran baru, menyesuaikan kondisi yang diperlukan.

Keadilan hanyalah suatu konsep, konsep yang dibuat demi kepentingkan kita bersama. Kita membuat konsep keadilan dan menegakkan keadilan (hukum, pengadilan, wasit) agar tidak ada orang yang semena-mena membunuh, menyakiti, menghina orang lain tanpa menerima balasan.

Kita mengembangkan konsep keadilan dan menegakkannya, itu karena kita berharap agar hidup kita bahagia tanpa ada masalah seperti dibunuh oleh orang lain, dihina oleh orang lain, dikhianati oleh orang lain. Namun ada satu hal yang kita lupakan, jika kita terus berpikir bahwa hidup itu haruslah adil.

Apakah itu? Hal apa yang kita lupakan saat kita berpikir bahwa dunia haruslah adil? Yaitu dunia ini sendiri.

Ya, kita bisa menerapkan konsep keadilan pada kehidupan kita sehari-hari, tapi kita tidak bisa menerapkan konsep keadilan pada alam semesta ini, sebuah dunia yang didasarkan pada serangkaian hukum alam. Kita bisa menemukan hukum fisika, kimia dan biologis di alam, tapi tidak untuk keadilan.

Tidak mungkin juga, dengan berlandaskan "keadilan" seekor singa disalahkan karena dia membunuh rusa, tidak mungkin juga Anda disalahkan karena Anda membunuh semut, namun kasusnya berbeda jika Anda membunuh hewan peliharaan dari orang yang terkenal. Konsep keadilan yang kita buat hanya mencakup ukuran/jangkauan tertentu dan hanya bisa ditegakkan jika kita mampu. Dengan adanya penjara, pengadilan, polisi, itu semua menunjukkan bahwa manusia terbukti mampu menegakkan keadilan.

Namun, seperti analogi singa membunuh rusa. Sebenarnya (maaf jika terkesan tidak bermoral) tidak masalah jika singa membunuh rusa, kerabatnya sendiri, anaknya sendiri. Namun disinilah singa lain berperan, namun pada kenyataannya yang kita lihat saat singa jantan membunuh anak-anak dari pejantan lain, si induk betina tidaklah berdaya, dan tidak bisa melindungi anaknya. Hal ini juga sering terjadi pada manusia, namun manusia sudah memiliki sistem hukum, dengan semua manusia bekerja sama demi melindungi anak yang bahkan tidak dilahirkan dari keluarga kaya raya. Meski sering terjadi, namun kasus pembunuhan sudah bisa diminimalisir.

Baca Juga: Apasih Gunanya Belajar Teori Evolusi?

Dari sudut pandang evolusi, konsep keadilan hanyalah alat yang digunakan oleh suatu populasi hewan sosial yang ingin terus bertahan hidup, dan meminimalisir konflik di dalam populasi. Kita tidak ingin salah satu dari kita disakiti oleh anggota kita yang sendiri. Meski begitu, kita bebas melakukan semua hal kepada populasi lain.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »