Seperti Apakah Kedamaian Sejati Itu?

Saat ada dua anak yang yang saling berbagi dan menyayangi satu sama lain, saat ada sekelompok orang yang saling membantu satu sama lain, saat ada orang yang meski tidak kenal namun saling menyapa satu sama. Sungguh kehidupan yang sangat-sangat ideal untuk dibayangkan, bagaikan skenario sinetron yang sering kita tonton. (ralat, sinetron biasanya diawali dengan konflik)

Semua orang pasti sering mengidam-idamkan dunia dimana banyak kedamaian didalamnya. Ini wajar, kita semua pasti menginginkan segala hal yang menguntungkan bagi kita. Dunia yang penuh kedamaian, dimana dunia yang membuat keluarga Anda hidup dengan nyaman dan penuh tawa pastilah merupakan dunia yang paling ideal.

Namun, karena harapan itu. Kita jadi terjebak, dan selalu berpikir bahwa dunia yang penuh kedamaian adalah dunia yang paling ideal. Padahal, dunia yang paling ideal bukanlah dunia yang seperti itu.

Kenapa saya mengatakan begitu? Ya, saya tebak, dengan bentuk seperti apapun dunia dengan kedamaian sejati yang Anda bayangkan. Pasti yang Anda bayangkan adalah dunia dimana sepenuhnya tidak ada hal-hal yang merugikan bagi Anda, atau dunia yang menguntungkan bagi Anda.

Jika Anda tidak bisa membayangkan dunia damai yang ideal, coba Anda baca-baca berbagai kisah-kisah di berbagai budaya. Pasti isi dari cerita tersebut, kurang lebih untuk mengajak saling menyayangi, saling berbuat baik, dan saling-saling menguntungkan satu sama lainnya. Intinya ajakan untuk membentuk dunia ideal, dengan kedamaian sejati.

Namun, semua itu hanyalah kedamaian semu.

Pertama, kenapa sih dari dahulu hingga sekarang, kita selalu, selalu dan selalu saja menginginkan kedamaian? Ya, kita mengingkan dunia dimana kita tidak lagi bekerja keras hanya untuk hidup, berperang misalnya. Semua orang menginginkan untuk itu. Yang kita inginkan dari kedamaian, tidak lebih dan tidak kurang hanyalah agar bisa kita terlepas dari sesuatu yang merugikan seperti berperang dan mendapatkan sesuatu yang menguntungkan.

Namun, semua itu malah terdengar seperti "bullshit" jika kita terapkan pada dunia. Dunia yang berisi kehidupan biologis, kehidupan yang tidak bisa lepas dari aturan dasar sebagai makhluk biologis.

Untuk hidup, kita harus makan. Entah itu menyerap zat anorganik, menyerap zat-zat dari organisme yang sudah mati, dan dengan cara membunuh mangsa untuk dijadikan santapan. (makan memakan merupakan sesuatu yang normal) Biasanya perang juga terjadi karena masalah rebutan sumber daya, hal ini wajar karena sumber daya di alam ini memang terbatas, sedangkan populasi manusia biasanya meningkat secara eksponensial. Jika sumber daya terbatas pasti akan selalu ada persaingan.

Memangnya Anda mau makan batu? Jika sewaktu-waktu di suatu ruangan hanya ada 1 roti untuk 20 orang. Nah, Bumi adalah ruangan yang lebih besar dari ruangan tersebut. Kenapa ini menjadi masalah, ya, karena sewaktu-waktu Bumi pasti akan berisi populasi manusia yang jauh melampaui batas. Simpel, karena manusia cenderung bereproduksi dan populasinya meningkat secara eksponensial. 2 jadi 4, 4 jadi 8, 8 jadi 16... Sedangkan sumber daya alamnya cenderung sama dari tahun ke tahun, bahkan berkurang.

Bahkan kemunculan spesies manusia ini juga mengakibatkan kepunahan masal bagi spesies-spesies hewan lainnya.

Apa pentingnya hewan, hewan ada untuk kita? Salah, hewan dan kita sama-sama berjuang untuk hidup dan bereproduksi. Perjuangan inilah yang mengharuskan kita untuk memanfaatkan (makan, dst) hewan lain demi tujuan utama kita (hidup). Dari sudut pandang biologis, manusia juga merupakan salah satu hewan. Pandangan bahwa hewan ada untuk kita kemungkinan pandangan yang moyang kita buat demi tujuan mereka (mereka ingin dunia terlihat menguntungkan bagi mereka), manusia cenderung percaya bahwa dirinya yang benar dan harus diuntungkan. Karena dengan sifat egois inilah yang malah menguntungkan bagi hidup mereka.

Sekarang, dunia damai semacam apa yang akan dipikirkan oleh Anda setelah membaca paragraf-paragraf yang telah saya buat tersebut? Kemungkinan dunia yang super sempurna sesuai keinginan Anda sendiri dalam dunia tersebut. Dunia ini yang mungkin tidak menjadikan Anda sebagai presiden, merupakan dunia yang gagal. Padahal, menurut presiden dunia inilah yang ideal, karena dia adalah presiden.

Menurut saya, dunia ini dari dulu sudah sempurna dan memang sempurna. Ketidak becusan/kecacatan yang mungkin saya miliki tidaklah berpengaruh pada kesempurnaan hukum-hukum alam yang sudah ada. Seandainya, saya lahir di keluarga kaya raya, mungkin itu terasa "menyenangkan" bagi saya, seandainya saya lahir di keluarga miskin, mungkin itu "kesedihan" bagi saya. Namun semua istilah itu hanya untuk mengukur kemampuan dan ketidakmampuan kita. Sama halnya kedamaian, hanya sebuah konsep, konsep yang kita buat itu tidak perlu harus bisa diterapkan pada alam semesta.

Kedamaian sejati itu tidaklah ada, namun sebisa mungkin kita harus mewujudkan hal itu (kedamaian semu, setidaknya untuk sesama manusia). Kita harus sedikit lebih menghormati, menghargai dan tidak merugikan satu sama lain (sebagai sesama spesies Homo sapiens). Meski ini juga merupakan hal yang sangat sulit.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »