15 Fakta Unik Hewan Krustasea

Fakta unik hewan krustasea

Krustasea / Crustacea / Subfilum: Crustacea

Pernah memakan udang goreng? Melihat kepiting? Hewan-hewan tersebut merupakan salah satu dari anggota subfilum krustasea. Kelompok ini memiliki keunikan tersendiri sebagai berikut.

1. Hewan krustasea diklasifikasikan kedalam kingdom animalia dan filum arthropoda.

2. Anggota dari subfilum ini sangat beragam, mulai dari kepiting, lobster, udang karang, udang, krill, dan teritip.

3. Penelitian molekuler terbaru menunjukkan bahwa subfilum krustasea merupakan kelompok parafiletik. Sebuah kelompok yang tidak mencakup semua keturunannya.

4. Beberapa krustasea lebih berkerabat dekat dengan serangga dan heksapoda lainnya, dibandingkan dengan krustasea lainnya.

5. Subfilum krustasea mencakup sekitar 67.000 spesies yang masih hidup dan sudah dideskripsikan.

6. Krustasea terkecil adalah Stygotantulus stocki dengan panjang 0,1 mm.

7. Sedangkan krustasea terbesar adalah kepiting laba-laba jepang, dengan rentang kaki hingga 3,8 meter. Beratnya mencapai 20 kg.

8. Sebagian besar krustasea merupakan hewan air yang hidup di laut. Namun ada juga yang terestrial seperti kutu kayu, beberapa bersifat parasit seperti Rhizocephala.

9. Melacostraca memiliki haemosianin sebagai pembawa oksigen, sedangkan copepoda, ostracod, teritip dan branchiopoda memiliki hemoglobin.

10. Banyak krustasea darat yang kawin secara musiman, dan kembali ke laut untuk melepaskan telur.

Baca Juga: Laba-laba Bukanlah Serangga

11. Krill merupakan bagian terpenting dari rantai makanan di komunitas hewan Antartika.

12. Mayoritas krustasea memiliki jenis kelamin terpisah dan bereproduksi secara seksual.

13. Meski morfologi krustasea sangat beragam, namun mereka semua memiliki bentuk larva yang khusus, yang dikenal sebagai naupilus.

14. Krustasea memiliki catatan fosil yang sangat melimpah dan luas. Fosil tertua krustasea dapat ditemukan pada masa sebelum akhir kambirum.

15. Radiasi adaptif krustasea muncul pada periode cretaceus/kapur. Hal ini mungkin sebagai respon dari radiasi adaptif predator utama mereka, ikan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »