Apakah Alam Peduli Terhadap Penderitaan?

Apakah alam peduli terhadap penderitaan?

Suatu hari, ada seekor rusa yang berlari dengan sangat kencang, sambil sesekelai melambatkan lajunya untuk menyeimbangi anak rusa tersebut. Dilain sisi, ada seekor induk singa yang sedang bersusah payah dalam mendapatkan mangsa, induk singa ini berjuang demi anak-anaknya yang sedang menunggu kelapan. Kebetulan, yang induk singa tersebut kejar adalah induk rusa yang sedang bersama anaknya.

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil 2 skenario untuk endingnya. Yang pertama, induk rusa atau anaknya tertangkap oleh singa. Singa tidak bisa mendapatkan mangsa, dan akhirnya anaknya kelaparan. Kedua skenario ending ini sama-sama bisa disebut happy ending dan sama-sama bisa disebut bad ending (tergantung dari sisi mana si pengamat berpihak).

Jika, rusa tersebut diganti dengan anak/ibu Anda, kemungkinan Anda bisa lebih merasakan rasa sakit (penderitaan).

Pertanyaannya, Apakah Alam Peduli Terhadap Penderitaan Anda?

Pernahkah Anda berpikir, betapa kejamnya dunia ini jika suatu kejadian atau suatu hal telah mengakibatkan keluarga Anda meninggal dunia? Pasti semuanya akan mengalami perasaan tersebut. Namun, meski sama-sama meninggal dunia, kemungkinan Anda tidak akan merasa sedih atau menangis saat musuh Anda yang meninggal dunia (kejadian saat perang), malah senang. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, saat ada tetangga meninggal, palingan kita hanya turut berduka cita.

Mengapa demikian, mengapa kita menangis tersedu saat ada keluarga kita yang meninggal. Sedangkan kita hanya tidak bisa tertawa lepas saat mengetahui tetangga kita meninggal. Bahkan mungkin kita tetap bisa tertawa, saat ada orang yang tidak kita kenal meninggal. Memang, benar jika kita memiliki empati, kita merasakan apa yang orang lain rasakan. Tapi rasa empati berbeda dengaan rasa kasihan, rasa empati adalah saat kita membayangkan keluarga/diri kita mengalami hal yang sama. Kita sedih karena membayangkan "jika saja" keluarga kita mengalami hal yang sama, bukan sedih karena subjek yang mengalami kejahatan.

Selebihnya hanya permainan kata-kata. Perasaan kita terhadap orang lain, biasanya campur anduk, tergantung seberapa berharganya orang tersebut bagi kita, atau bahkan menunjukkan respon yang berbeda untuk orang yang merugikan bagi kita (seperti paragraf di atas, kita menangisi orang yang berharga bagi kita, dan tertawa untuk penderitaan orang yang menurut kita benci.

Pernah menangis saat melihat kucing kesayangan Anda mati? Jelas, saya tebak Anda akan menangis, atau setidaknya merasa sedih. Namun, saat smartphone kesayangan Anda tiba-tiba rusak/terjatuh/dibanting oleh orang lain, apakah Anda pernah merasa kecewa, sedih atau bahkan menangis?

Kenapa bisa saat benda mati tiba-tiba rusak, kita tangisi. Sedangkan orang lain yang meninggal tidak kita tangisi. Bahkan kita tertawa saat segerombolan semut tidak sengaja kita injak. Padahal, makhluk hidup seharusnya lebih berharga dibandingkan makhluk yang tidak hidup.

Namun, entah kejadian apapun yang melibatkan perasaan. Ada dua kategori yang bisa membuat kita senang dan yang membuat kita sedih. Pertama, segala sesuatu yang menguntungkan bagi kita, merupakan sesuatu yang menyenangkan. Kedua, segala sesuatu yang merugikan bagi kita, merupakan sesuatu yang membuat kita sedih. Terlepas dari, entah itu makhluk hidup atau benda mati, bahkan hanya dengan film kita bisa merasa senang dan sedih.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »