Apakah Karma Itu Ada?

Apakah karma itu ada?

Pernah mendengar ada orang lain yang mengatakan "Kena karma"? Sebenarnya apa sih itu karma? Apakah karma memang benar-benar terjadi dan mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari? Kalau kata orang tua dan sesepuh sih, karma itu merupakan balasan dari setiap perbuatan yang pernah kita lakukan. Kalau kita berbuat jahat pasti suatu saat kita akan menerima balasannya.

Biasanya juga, orang akan terlihat senang pada saat orang lain mendapatkan karma. Entah itu berupa kecelakaan, musibah, dipecat, dipukul, sampai diputusin pacarpun bisa saja dianggap sebagai karma.

Mungkinkah karma memiliki arti yang sama dengan kesialan? Tentu saja tidak, karma yang kita pahami adalah suatu kejadian yang merupakan "balasan" dari perbuatan kita ke orang lain. Kalau definisi seperti ini, mungkinkah saat kita mendapatkan pekerjaan yang bagus juga merupakan karma?

Nah...

Siapa Sih Yang Mungkin Akan Terkena Karma?

Penasaran kan? Orang seperti apa sih yang biasanya akan terkena karma? Apakah orang tersebut adalah orang jahat. Pastinya sih orang jahat, karena orang jahat pasti akan selalu melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan sakit hati bagi orang lain. Biasanya juga, orang yang sakit hati ini akan memiliki dendam ke si orang jahat, kalau saja orang yang tersakiti ini tidak mampu membalaskan rasa sakitnya, pasti orang yang tersakiti ini akan berharap agar orang yang menyakitinya dibalaskan oleh seseorang/sesuatu.

Hal-hal seperti di atas cukup umum. Orang yang tidak berdaya yang disakiti pasti akan memiliki rasa dendam kepada orang yang lebih kuat darinya. Namun karena orang ini tidak berdaya, orang ini hanya sekedar berharap.

Ya, kita berharap karena kita lemah.

Namun, Selalu Saja Ada Orang Yang Merasa Dirinya Baik

Hampir semua orang, memiliki pandangan atau setidaknya mereka berpikir bahwa dirinya lebih baik dari orang lain, sedangkan orang lain itu jahat. Simpel, orang seperti ini akan melabeli semua orang yang tidak setuju dengannya atau tidak memiliki pandangan yang sama dengannya sebagai orang jahat. Semisal, si A jahat karena si A tidak memilih Anda, namun lebih memilih dia.

Kurang lebih, orang yang baperan (bawa perasaan), itu akan menyikapi semua hal yang ada dengan perasaan.

Orang yang baperan, cenderung menganggap orang lain jahat sedangkan dirinya baik.

Kita, Selalu Saja Memiliki Harapan

Tidak hanya bercita-cita menjadi ilmuwan biologi saja yang merupakan harapan. Namun keinginan agar teman yang kita sukai mendapatkan pekerjaan juga merupakan sebuah harapan. Kita berharap agar teman kita bahagia. Lalu, harapan apa yang kita taruh kepada orang yang kita benci? Mungkinkah ingin agar orang tersebut menyadari kesalahannya? (Ini sih kisah sinetron), dalam dunia nyata, kemungkinan besar orang yang tersakiti ini akan berharap agar orang jahat ini mendapatkan balasan.

Hampir Selalu Ada Kecelakaan, Musibah dan Kesialan

Jatuh dari sepeda, jatuh dari motor, tabrakan mobil, jadi korban pesawat jatuh, dirampok, dibunuh. Semua hal-hal ini dapat terjadi secara alami (mengikuti hukum alam).

Kemungkinan kecelakan yang mustahil itu ada orang di rumah yang tiba-tiba tertabrak mobil (ini juga bisa terjadi, kalau rumahnya didekat jalan raya, atau mobil bapaknya). Setuju? Setiap kecelakaan pasti ada penyebabnya.

Kesalahan Berlogika, Sesuatu Yang Terjadi Secara Berurutan Itu Tidak Pasti Menunjukkan Sebab Akibat

Ada seorang gadis cantik yang kemarin menampar Anda karena Anda menyatakan cinta ke dia, misal. Keesokan harinya gadis ini berakhir naas dibunuh oleh seseorang.

Dalam kasus ini, apakah gadis ini mendapatkan karma dari Anda? Sayang sekali, sangat, sangat, sangat, tidak logis.

Namun, setiap kejadian pasti ada penyebabnya. Mari kita lihat kemungkinan apa saja yang membuat si gadis cantik ini dibunuh.

  1. Gadis ini menolak orang lain dengan kasar juga, ada kemungkinan orang-orang yang ditolak juga akan marah dan membunuh, karena tidak semua yang dia tolak itu selemah dan secerdas Anda (buat apa bunuh orang?)
  2. Ada niat lain dari si pembunuh, mungkin saja si pembunuh memang psikopat atau karena alasan pribadi seperti ingin menyetubuhi
  3. Kemungkinan karena si pembunuh iri dengan kecantikan si gadis
Akan ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicari, bahkan bisa ditebak jika kita cari semua informasi yang ada.

Semua akibat pasti ada penyebabnya, tapi hanya karena terlihat berurutan kejadiannya bukan berarti kejadian satu menyebabkan kejadian kedua.

Kesimpulannya Apa?

Karma sebenarnya hanya istilah. Kita menyebut suatu kejadian (yang terlihat membalaskan dendam kita) atau yang terlihat membalas kejahatan orang lain sebagai karma. Kita cenderung percaya apa yang menguntungkan bagi kita untuk dipercaya, percaya pada karma itu seperti percaya bahwa tokoh lemah dalam suatu film yang suatu saat bisa mengalahkan musuh-musuhnya yang kuat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »