Apakah Kita Memiliki Nyawa?

Apakah kita memiliki nyawa?

Pertanyaan yang mungkin tidak pernah ditanyakan, karena semua orang pasti akan berpikir betapa konyolnya pertanyaan seperti ini, yang menurut mereka jawabannya sudah pasti bahwa manusia memang memiliki nyawa.

Tapi, tidak semua orang berpikir seperti itu. Tidak semua orang dilahirkan di lingkungan yang orang tuanya, tetangganya, dan saudara-saudaranya menganggap bahwa nyawa adalah sesuatu yang harus ada pada makhluk hidup, terutama manusia.

Yang perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah konsep nyawa. Nyawa itu apa? Apakah nyawa bisa dilihat? Apakah nyawa bisa diobservasi melalui serangkaian metode ilmiah? Mungkinkah pernah ada percobaan menghitung berat dari nyawa?

Silahkan Anda definisikan sendiri apa itu nyawa. Tapi, secara umum nyawa didefinisikan sebagai sesuatu yang membuat kita hidup, sesuatu yang jika hilang, berarti kita mati. Kalau dalam game, nyawa dilambangkan dengan bentuk heart/jantung.

Nah, sebenarnya kita bisa hidup itu karena apa? Jika dijelaskan secara teknis, mungkin akan membutuhkan banyak istilah-istilah biologi yang susah untuk dipahami. Kita mulai, dari bagaimana cara manusia menghasilkan anak (bereproduksi). Manusia merupakan hewan seksual, jadi manusia melakukan seks untuk menyalurkan sel spermanya kepada betina. Sperma pejantan ini nanti akan berlomba-lomba untuk membuahi sel telur yang ada di betina (fertilisasi internal). Lalu, terjadi pembuahan, sel sperma melebur ke inti sel telur, menjadi zigot. Zigot nanti akan terus membelah dan berdiverensiasi menjadi jaringan tertentu.

Baca Juga : Apakah Manusia Adalah Primata?

Dalam proses tersebut, apakah Anda sudah memiliki nyawa? Terlepas dari definisi nyawa, secara biologis, Anda sudah hidup, namun masih bergantung pada induk Anda. Bergantung apanya? Nutrisi, oksigen, dan ekskresi, semuanya dari tubuh ibu Anda (melalui tali pusar). Hal ini juga terjadi pada semua mamalia plasenta.

Coba kita bayangkan, apakah pada proses tersebut kita sudah sadar. Adakah dari Anda yang menyadari diri sendiri sedang berada di dalam kandungan? Ini mungkin terdengar seperti pertanyaan lucu. Tapi akan sangat logis jika kita hubungkan dengan otak kita. Otak kita terdiri dari sel-sel neuron, dan pada saat umur yang berbeda kita memiliki ukuran otak yang berbeda (normalnya sih, kalau tidak normal, ya pasti cacat mental). Anda sendiri juga akan paham, jika saat Anda kecil, pola pikir Anda berbeda dengan sekarang. Apakah saat Anda umur 5 tahun, Anda terangsang lihat lawan jenis pamer badan? Tidak kan, pastinya tingkah laku ini juga dipengaruhi oleh hormon, yang akan muncul pada umur tertentu, atau sering kita kenal dengan masa puber.

Kesadaran kita, tingkah laku kita, dan hal-hal yang kita lakukan. Semuanya pasti ada kaitannya dengan otak. Sesuatu yang layak untuk disebut sebagai nyawa sebenarnya adalah otak, karena kita cenderung menganggap nyawa sebagai kesadaran kita (mungkin Anda tidak). Untungnya ada organisme yang tidak memiliki otak, seperti tumbuhan, berarti tumbuhan tidak memiliki nyawa? Namun kenapa tumbuhan itu hidup? Secara biologis, tidak ada syarat harus memiliki nyawa untuk bisa dikatakan hidup.

Tubuh Anda sendiri terdiri dari sekumpulan organ, sekumpulan jaringan, dan sekumpulan sel. Sel-sel di tubuh Anda juga mengalami kematian dan bertambah melalui proses mitosis.

Kesadaran Anda dan saya juga merupakan sesuatu yang sangat bergantung dengan otak kita. Secangkir kopi nikmat pun bisa mempengaruhi kesadaran Anda (jadi semangat), karena didalamnya ada kafein, atau bahkan ganja yang dapat menyebabkan halusinasi dan membuat kita kecanduan.

Orang yang cacat otak, dia akan memiliki kesadaran, kepribadian, dan tingkah laku yang menurut kita tidak normal. Ini menunjukkan bahwa otak yang tidak normal, akan menghasilkan tingkah laku yang tidak normal pula.

Lalu, dimanakah nyawa kita? Jika kita merujuk pada kesadaran, maka tidak relevan, karena berarti nyawa bisa dirubah. Jika kita merujuk pada sesuatu yang membuat kita hidup, ini juga tidak relevan, karena sesuatu untuk bisa dikatakan hidup itu tidak perlu adanya hal-hal seperti kesadaran.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »