Evolusi, Apanya Yang Berevolusi?

Evolusi, apanya yang berevolusi?

Bagi orang yang berkecimpung di bidang ini, kemungkinan akan dengan mudah memahami bagaimana proses evolusi terjadi dan apa saja akibatnya dalam keanekaragaman makhluk hidup. Serta memahami faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan proses ini dapat terjadi. Pastinya, tahu betul perbedaan antara fakta evolusi dan teori evolusi. Kemungkinan orang-orang ini juga akan berdebat mengenai bagaimana mekanisme evolusi terjadi, bukan apakah evolusi itu nyata atau tidak.

Baca Juga: Apasih Gunanya Belajar Teori Evolusi?

Nah, sedangkan bagi orang yang baru tahu kata "evolusi biologis" pastinya penasaran. Apasih sebenarnya teori ini, apakah teori evolusi ini hanya sekedar teori atau apa? Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai proses evolusi, dan menjawab pertanyaan "Apanya yang berevolusi?".

Mekanisme Evolusi

Evolusi biologis didefinisikan sebagai perubahan pada sifat-sifat terwariskan dalam suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya (Wiki ID). Proses evolusi merupakan kombinasi dari proses-proses utama, seperti mutasi, reproduksi, dan seleksi.

Jadi, semisal tidak ada proses reproduksi, maka proses evolusi ini tidak akan mungkin tercapai.

Sederhananya, mutasi menghasilkan sifat baru dan variasi dalam keturunan. Keturunan melakukan reproduksi serta mewarisi sifat ke keturunannya. Keturunan dengan sifat yang menguntungkan ini akan lebih berkemungkinan untuk survive (bertahan hidup) dan bereproduksi. Organisme dengan sifat yang menguntungkan ini akan mendominasi generasi berikutnya dari garis keturunan tersebut.

Baca Juga: Apakah Manusia Adalah Primata?

Contohnya, semisal ada sekumpulan populasi organisme berwarna hijau dan coklat, yang entah karena berpindah habitat, adanya predator baru, persaingan seksual, atau bahkan kombinasi semuanya (intinya semua faktor yang membuat warna hijau diuntungkan). Setelah beberapa generasi, populasi tersebut di dominasi oleh individu-individu dengan warna hijau.

Hal diatas terjadi karena individu dengan sifat "coklat" ini kurang menguntungkan. Akhirnya individu dengan sifat "hijau" ini bereproduksi, dan tentu saja mewarisi sifat "hijau"nya ke keturunannya.

Lalu, sifat baru atau variasinya ini dihasilkan oleh mutasi, rekombinasi dan seks, serta aliran gen.

Sebenarnya, kata "berevolusi" ini kurang tepat disebut sebagai "berkembang", lebih tepatnya disebut sebagai "berubah". Suatu populasi yang tiba-tiba jadi berwarna hijau bukan berarti populasi tersebut lebih baik dari populasi sebelumnya, namun hanya lebih adaptif. Sama halnya dengan cetacea (lumba-lumba dan paus) yang kehilangan kaki belakangnya, bukan berarti mereka lebih berkembang dari moyang tetrapoda daratnya, melainkan lebih adaptif di lingkungan aquatik.

Kata "berevolusi" yang disama artikan dengan "berkembang" ini juga yang menghasilkan berbagai miskonsepsi seperti manusia berevolusi dari monyet. Padahal manusia ini hanya salah satu garis keturunan dari primata purba, sama halnya dengan monyet, mereka juga merupakan salah satu garis keturunan dari primata purba.

Sebenarnya, antara Anda dan keturunan Anda saja sudah bisa dikatakan "berubah". Keturunan Anda merupakan evolusi dari Anda. Kabar baiknya, jika semisal Anda memiliki sifat yang menguntungkan dan membuat anak Anda menjadi yang paling survive dan menghasilkan banyak keturunan, atau bahkan (setelah beberapa generasi) keturunan Anda bisa mendominasi suatu populasi. Maka selamat, Anda telah menjadi moyang bersama dari populasi tersebut.

Tentu saja, sifat menguntungkan ini adalah sifat yang yang bisa diwariskan (genotipe) melalui reproduksi.

Kabar buruknya, semisal Anda memiliki sifat yang tidak menguntungkan atau karena Anda mandul. Ya sudah, garis keturunan Anda punah. Meski punah, Anda bisa menjaga saudara-saudara Anda agar mereka lebih survive. Setidaknya, mereka adalah kerabat dekat Anda. (saya rekomendasikan buku: The selfish gene)

Ya, kurang lebih seperti itu. Jika ditanya "apakah kamu berevolusi?" maka jawabannya, iya, kita sedang menjalani proses ini, kecuali kita mau tidak bereproduksi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »