Menghina Orang Lain, Kenapa Sering Kita Lakukan?

Menghina orang lain

Biasanya banyak orang cantik/tampan yang suka mengejek temannya yang memiliki wajah jelek. Baik dalam bentuk sindiran, candaan, atau bahkan secara langsung. Begitu juga pada orang yang memiliki fisik kuat, mereka akan menghina orang yang memiliki fisik lemah, apalagi pengecut, pasti berkali-kali akan dibentak dan dijadikan pesuruh. Hal ini juga terjadi pada orang kaya, mereka menghina orang-orang miskin yang tiap hari penuh kerja keras tanpa menghasilkan apa-apa. Lagi-lagi, meski memiliki pengetahuan yang tinggi (notabenenya orang berpendidikan) tapi malah memandang rendah mereka yang tidak berpengetahuan.

Kenapa hal ini sering terjadi? Kenapa setiap orang pasti akan selalu menghina orang lain. Bahkan orang yang (katanya sih) menganggap bahwa perbuatan menghina merupakan perbuatan tidak baik, juga pasti akan menghina orang lain yang tidak sepemahaman dengan dia.

Akar permasalahannya sebenarnya bukan masalah baik atau tidak baik. Kalau Anda miskin, jelek, bodoh, kenapa harus ada alasan bagi orang lain untuk mengatakan bahwa Anda cantik, kaya, pintar? Coba bayangkan, kenapa Anda harus mengatakan bahwa si B memiliki wajah cantik, jika pada kenyatannya dia memiliki wajah yang jelek? Kenapa harus ada alasan untuk itu, bukankah bersikap jujur itu lebih baik?

Apakah Menghina Orang Lain Adalah Sesuatu Yang Salah?

Tentu, karena hal ini menyakitkan (merugikan) bagi orang yang dihina. Alasan yang umum sih, karena menghina itu perbuatan yang tidak disukai, orang yang sering menghina biasanya akan dijauhi oleh teman. Padahal orang yang suka menghina juga dikelilingi oleh banyak teman, karena orang yang suka menghina ini biasanya tahu kepada siapa dia bisa menghina dengan suka-suka hati.

Apasih Yang Kita Dapat Dari Menghina?

Perasaan lebih superior, lebih cantik, lebih pintar, dan lebih lainnya. Manusia memang pada dasarnya memiliki insting untuk mendominasi (lebih dominan) daripada yang lain. Insting ini juga ada pada semua makhluk hidup (biasanya terlihat jelas pada hewan-hewan seksual yang sedang memperebutkan pasangan). Ya, perasaan lebih superior ini bisa kita dapat, baik dengan menghina maupun menang setelah berkelahi.

Perasaan lebih superior inilah yang menyenangkan bagi kita, menghina merupakan cara instan untuk merasakan perasaan lebih superior. Meski ada aturan pun, otak cenderung memilih tindakan yang menyenangkan ini. Alasannya kembali ke atas paragraf ini, manusia cenderung ingin terlihat lebih superior di bandingkan dengan orang lain.

Lalu, Bagaimana Cara Agar Tidak Terbiasa Menghina?

Kalau Anda sudah merasakan bahwa menghina itu menyenangkan, pasti tidak mudah untuk tidak menghina. Cara yang paling efisien kemungkinan dengan menganggap bahwa perbuatan menghina itu tidak ada gunanya. Meski pada kenyatannya kalau menghina itu menguntungkan bagi si penghina (si penghina akan merasakan perasaan lebih superior).

Ingat, meski saya katakan menguntungkan. Tapi bukan berarti semua hal yang berhubungan dengan menghina itu menguntungkan. Semisal, Anda menghina seorang tokoh Artis, dan akhirnya Anda di tuntut atas penghinaan Anda. Nah, ini yang tidak menguntungkan. Tidak lucu juga seorang yang suka menghina akhirnya dipenjara.

Selain itu, menghina seseorang juga akan berdampak pada masa depan Anda. Biasanya yang kecil di hina, nanti besarnya malah menghina si penghina waktu kecilnya (kemungkinan banyak).

Usahakan sih, tidak perlu kita menghina seseorang. Karena perasaan yang kita dapat dari menghina tidak benar-benar menunjukkan bahwa kita lebih superior/lebih benar dari orang yang kita hina.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »