Mirmekomorfi, Bukti Evolusi Konvergen

Mirmekomorfi adalah mimikri semut yang dikembangkan oleh organisme non-semut. Fungsi-fungsi utama dari mimikri ini biasanya adalah untuk menghindari/menipu pemangsa (mimikri protektif) atau untuk memburu semut itu sendiri (mimikri agresif).

Mirmekomorfi juga merupakan salah satu contoh dari evolusi konvergen. Evolusi konvergen sendiri adalah kemiripan antara dua organisme yang berkerabat jauh, biasanya keduanya mengembangkan struktur yang sama untuk tujuan yang sama.

Lalu, di bawah ini adalah organism-organisme non-semut yang mengembangkan mirmekomorfi.

Franklinotrips vespiformis
Franklinotrips vespiformis

Serangga yang menyebar di negara-negara tropis. Makanan spesies ini bisa berupa tungau, nimfa, larva lalat dan agromuzid. Informasi mengenai spesies ini sangat sedikit, namun jika kita lihat morfologinya. Maka morfologinya akan terlihat jelas seperti semut.

Nimfa Belalang Yang Mirip Semut
Nimfa belalang yang mirip semut

Entah apa spesiesnya, tapi yang Anda lihat di atas adalah seekor belalang, bukan semut. Coba perhatikan kaki bagian belakangnya, terlihat lebih besar dari kaki depannya, dan itu merupakan ciri khas belalang. Lihat bagian antenanya, kalau semut sejati biasanya membentuk sudut siku-siku.

Myrmecoris gracilis
Myrmecoris gracilis

Kurang mirip semut yah? Lihat saja bentuk sayapnya, yang merupakan ciri khas miliki ordo hemiptera. Serta mata majemuknya yang begitu menonjol, mirip tonggeret daripada mirip semut. Terutama rahangnya tidak ada (ciri khas kepik memang tidak memiliki rahang, lihat saja tonggeret, mulut mereka dimodifikasi untuk menghisap).

Lalat Yang Mirip Semut
Lalat yang mirip semut

Entah spesies apa, informasinya sangat sedikit. Tapi yang jelas hewan tersebut adalah lalat. Coba Anda lihat bagian matanya dan sayapnya. Jelas, mata majemuknya masih merupakan ciri khas lalat.

Myrmaplata plataleoides
Myrmaplata plataleoides

Dari semua hewan arthropoda yang mirip semut, saya rasa spesies ini merupakan hewan yang paling mirip semut, meski spesies ini juga merupakan spesies yang paling berkerabat jauh. Berbeda dengan serangga-serangga di atas. Spesies ini bukanlah serangga, melainkan laba-laba. Silahkan Anda lihat bagian matanya, mata laba-laba ini sebenarnya mirip laba-laba lain jugaa, hanya saja mata bagian belakang diperbesar. Serta bagian antena palsunya, itu bukan antena, tapi kaki. Yang membedakan laba-laba dari serangga (terutama semut) memang karena jumlah kakinya lebih banyak dari serangga.

Anthelephila cyanea
Anthelephila cyanea

Mirip semut hitam yah? Tapi bagian antenanya, bagian sayapnya masih jelas kelihatan kalau spesies ini bukan semut, melainkan serangga coleoptera (kumbang).

Formiscura indicus
Formiscura indicus

Malah kelihatan aneh yah? Bagian kepala tiruannya malah dimodifikasi dari mulut. Sedangkan bagian thoraxnya malah dibuat-buat jadi mirip thorax semut. Kalau kita lihat, pasti kita akan langsung tahu, bahwa tidak mungkin semut punya kepala tanpa antena dan polos begitu. Spesies ini adalah spesies kepik.

Macroxipus sp
Macroxipus sp

Kasusnya sama seperti spesies belalang yang sudah kita bahas. Spesies ini mirip semut hitam, namun juga memiliki hal-hal yang dimiliki belalang, serta tidak memiliki hal-hal yang tidak dimiliki semut. Lihat bagian kaki belakangnya, serta lihat juga bagian antenanya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »