Pilih Anime Atau Sinetron?

Pilih anime atau sinetron

Di dalam grup-grup anime, biasanya banyak candaan-candaan yang dimaksudkan untuk menyatakan bahwa anime lebih baik dari sinetron, entah dengan alasan anime lebih mendidik atau lebih berkualitas lainnya. Parahnya, baik penggemar sinetron maupun penggemar anime juga saling menghujat satu sama lain.

Meski terlihat bermusuhan dan menghujat satu sama lain. Hal yang saya lihat malah sebuah hubungan mutualistik (hubungan yang saling menguntungkan). Ya, karena dengan mengejek pendapat/selera orang lain pasti akan membuat kita berpikir bahwa pendapat/selera yang kita pilih memang benar (padahal, jika A buruk, bukan berarti B tidak buruk). Kalau keduanya sama-sama mengejek satu sama lain dan melakukan konfirmasi bias (mereka memilih fakta-fakta yang mendukung anggapan mereka, dan membuang fakta yang tidak mendukung), kedua belah pihak malah akan semakin yakin dengan pilihannya.

Saat kedua belah pihak saling mengejek, keduanya malah mendapatkan keuntungan karena merasa lebih baik pilihannya dari pihak lain.

Padahal, anime dan sinetron itu memiliki target masyarakat yang sama. Pada anime dan sinetron juga terdapat ajakan-ajakan yang baik, dan yang buruk juga banyak. Baik buruknya juga tergantung penonton, jadi keduanya sama.

Anime dan Sinetron Menargetkan Penonton Yang Seperti Apa?

Terlepas dari genre, dan umur. Anime dan sinetron di buat untuk menargetkan penonton-penonton yang ingin dihibur dengan imajinasi-imajinasi liar yang tidak bisa mereka dapatkan di dunia nyata. Contohnya, pada sinetron biasanya diawali dengan konflik-konflik dan akhirnya berakhir dengan happy ending. Pada sinetron, konsep baik dan jahat selalu ditonjolkan lebih menonjol dari yang lain, biasanya yang jahat berakhir terkena musibah. Nah, banyak orang yang menganggap bahwa dirinya orang baik, dengan menonton sinetron, kemungkinan besar orang ini akan merasa semakin nyaman. Nyaman, karena apa? Orang yang suka nonton sinetron ini akan beranggapan bahwa dunia berpihak pada orang-orang yang baik.

Ingat, dunia tidak memihak orang baik maupun memihak orang jahat. Dunia memihak pada mereka yang mampu beradaptasi dan memperjuangkan dirinya sendiri untuk hidup.

Dilain pihak, ada anime dengan kisah-kisah fantasi yang malah jauh lebih fantasi daripada sinetron. Biasanya penonton anime akan mengatakan bahwa anime itu lebih mendidik dan lebih layak untuk ditonton anak kecil. Secara lebih spesifik, penonton anime ini juga merupakan orang-orang yang ingin hidupnya selalu dipenuhi hal-hal yang fantastis. Saat menonton anime, kemungkinan penonton-penonton ini akan merasakan sebagai tokoh anime. Satu lagi, apakah anime itu mendidik? Iya, mendidik untuk bisa belajar bahasa Jepang dan mempunyai imajinasi yang sama dengan orang Jepang (setuju?).

Berpengaruh Baik/Buruk, Jika Menonton Sinetron atau Anime?

Pengaruhnya sama saja, terutama merasa senang (tujuan awal dibuat anime/sinetron juga untuk hiburan). Kalau penonton sinetron sih, biasanya memiliki pandangan cinta-cinta yang begitu romantis. Sedangkan penonton anime, memiliki pandangan-pandangan yang begitu fantastis disertai kemampuan bahasa jepangnya meningkat.

Keduanya memiliki kesamaan, sebagai media hiburan. Kalau ingin dididik atau menjadi tambah pintar, ya belajar, sekolah yang rajin, jangan tiap hari dihabiskan hanya untuk nonton.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »