Sudut Pandang Apa Yang Terbaik di Alam Semesta?

Sudut pandang apa yang terbaik di alam semesta?

Saat kita terbangun di pagi hari, suasana begitu cerah dan merdu. Kelelawar mulai perlahan-lahan menghilang, suara-suara kepakan sayapnya mulai digantikan oleh burung-burung dengan kicauannya yang sangat bervariasi. Mulai dari burung gereja, burung prenjak, dan bahkan ayam, semuanya memulai kegiatan di pagi harinya. Tidak hanya itu, kebanyakan hewan-hewan diurnal juga memulai aktivitas di pagi harinya, termasuk manusia.

Namun, dibalik indahnya di pagi hari, alam menyembunyikan kenyataan pahit. Burung mungkin sedang berusaha untuk memberi makanan kepada anak-anaknya, mereka juga bersaing, berjuang, dan menghindari pemangsa hanya untuk hidup. Burung yang mungkin terlihat mempesona seperti elang pun, di pagi harinya pasti selalu ada ancaman (entah itu ditembak atau apa), namun elang tetap berjuang untuk hidup. Kehidupan dipenuhi dengan perjuangan, dan saling makan-memakan.

Disaat yang sama, ada seorang manusia yang mengagumi berbagai kejadian tersebut, di rumahnya yang dia buat sendiri, dia mengatakan "Indahnya dunia ini". Namun, dilain pihak ada juga yang menganggap betapa "Buruknya dunia ini", sambil mengais-ngais sampah.

Manusia memandang alam semesta dari berbagai sudut pandang. Sudut pandang ini tergantung dari apa yang selama ini dia pelajari dan dia pahami.

Sejarah manusia dipenuhi berbagai sudut pandang tentang dunia ini. Seperti orang-orang zaman dahulu yang menganggap bahwa bumi berbentuk datar, dan zaman sekarang dimana kita sudah sadar bahwa bumi berbentuk bulat. Meski yang beranggapan bahwa bumi berbentuk datar juga masih ada (bahkan sampai viral dalam beberapa bulan yang lalu).

Kita hidup di alam semesta yang sama. Hukum fisika, kimia dan biologi yang mendasari semua kejadian di dunia ini masihlah sama. Tapi kenapa kita memandang dunia ini sebagai sesuatu yang berbeda satu sama lain?

Kenapa Kita Memiliki Pandangan Yang Berbeda?

Pandangan yang berbeda, pasti dimiliki oleh orang dengan latar belakang yang berbeda pula. Kita tidak bisa mengharapkan pandangan bahwa alam semesta ini begitu indah dari orang yang hidupnya selalu dalam kesusahan dan kesengsaraan (meski kita tidak tahu orang sengsara itu seperti apa, pemulung dan pengemis bisa saja bahagia dengan keluarganya, teman-temannya).

Jadi, Seperti Apakah Alam Semesta Itu?

Simpel, alam semesta adalah apa yang kita huni ini dengan berbagai hukum-hukum fundamental yang tidak bisa kita langgar.

Meski tidak bisa dilanggar, namun kita bisa membiaskannya menjadi sesuatu yang lain. Ya, kita bisa membiaskan semua kejadian-kejadian di alam semesta ini sesuai dengan pandangan atau sudut pandang kita tentang dunia ini. Sama seperti kaum Flateaters yang menganggap bahwa bumi berbentuk datar, kita bisa membiaskannya menjadi alam semesta yang ideal bagi kita.

Namun meski dibiaskan sedemikian rupa, kita tetap tidak bisa merubah kenyataan.

Oleh sebab itu banyak ilmuwan yang mati-matian sepanjang hidupnya untuk meneliti hal-hal yang menjadi bidangnya, hanya demi satu, yaitu pengetahuan.

Kenapa pengetahuan? Ya karena itu satu-satunya cara agar kita bisa memanipulasi alam semesta agar sesuai dengan keinginan kita. Tidak, bukan berarti kita melanggar hukum-hukum alam, tapi menerimanya dan membuat sesuatu untuk mengatasinya.

Jadi, yang terpenting adalah pengetahuan kita, bukan sudut pandang subyektif kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »