Benarkah Jika Hantu Itu Ada?

Benarkah jika hantu itu ada?

Pernahkah Anda melihat hantu? Pastinya pernah, kemungkinan Anda lihat di TV, Youtube dan bioskop. Atau mungkin di mimpi Anda sendiri (yang Anda sebut sebagai mimpi buruk). Lalu, dengan mata Anda sendiri, apakah Anda pernah bertatapan langsung dengan hantu? Apakah Anda memang benar-benar lihat sendiri dan sudah memastikan sendiri?

Jika Anda belum bertatapan langsung dengan hantu, dan Anda tidak pernah melihatnya lalu memastikannya sendiri. Kemungkinan besar hantu itu tidak ada. Kalau saya sendiri sih, memang belum pernah bertatapan langsung dengan hantu, dan melihatnya sendiri. Padahal di youtube, di TV ada banyak bukti-bukti eksistensi hantu. Selain itu, orang tua saya, dan teman-teman saya juga pada percaya kalau hantu itu ada. Mungkin memang ada, hanya saja saya belum pernah lihat satupun hantu atau belum mendapatkan penjelasan yang logis akan keberadaan hantu ini. Maafkan saya jika saya tidak mempercayai sesuatu yang tidak pernah dibuktikan secara ilmiah bahwa sesuatu tersebut memang benar-benar ada.

Namun, saya juga memiliki alasan yang masuk akal kenapa saya belum percaya bahwa hantu itu ada.

1. Hantu memiliki bentuk yang berbeda-beda, pada tiap budaya yang berbeda

Anda tahu sadako? Sadako adalah hantu khas jepang, kalau seandainya Anda tidak punya TV, pasti hantu yang Anda tahu adalah hantu-hantu lokal seperti pocong dan tuyul. Kenapa pocong tidak terkenal di eropa, atau terkenal di amerika? Ya, karena model pemakaman disana juga berbeda dengan disini. Di eropa misal, hantu-hantunya biasanya keluar dari peti mati. Sedangkan disini, hantu-hantunya keluar dari tanah. Tiap negara mengembangkan kisah-kisah tentang hantunya yang berbeda-beda. Kenapa hal ini terjadi? Simple, zaman dahulu tidak ada pertukaran informasi antar benua. Kalau ada mitos tuyul yang mencuri uang, ya sudah, mitos tersebut tidak menyebar ke negara-negara lain.

2. Rasa takut itu bukanlah bukti

Kita semua memiliki rasa takut, kita bisa berimajinasi (mengkhayal) tentang apapun itu. Kita bisa berimajinasi ada makhluk yang punya wajah seram dan suka membunuh. Kebetulan, saat kita takut, kita berimajinasi tentang sesuatu yang menakutkan seperti hantu pocong (yang sesuai budaya Anda), dan karena kita mengimajinasikannya kita jadi tambah takut sendiri. Kalau Anda sedang jalan-jalan di tempat gelap, wajar saja jika Anda takut. Tapi, gunakan otak Anda untuk mengimajinasikan sesuatu yang mungkin akan terjadi pada Anda. Semisal, bayangkan jika ada begal, apa yang akan Anda lakukan selanjutnya atau mungkin menghindari jalan yang rawan begal. Ini jauh lebih bermanfaat, daripada Anda takut pada sesuatu seperti hantu.

3. Hantu biasanya hanya untuk menakut-nakuti

"Jangan keluar rumah, nanti kamu dihantui pocong", mungkin kalimat ini juga pernah terlontar oleh orang tua Anda. Maksud orang tua Anda baik, yaitu agar Anda tidak keluar rumah malam-malam. Namun sebenarnya salah, jika Anda percaya sampai tua, bisa-bisa Anda takut mulu kalau keluar malam-malam. Namun tenang, biasanya ketakukan ini menghilang seiring Anda bertambah usia. Pada saat kecil, pasti Anda akan takut pada saat keluar malam, namun pada saat sudah dewasa, hal itu menjadi biasa. Anda tidak lagi takut.

4. Hantu dijadikan kambing hitam

Pernahkah tetangga Anda kehilangan uang, dan menyalahkan tuyul? Atau pernahkah orang tua Anda dituduh melakukan sesuatu yang mistis-mistis agar menjadi kaya? Selain hal-hal diatas, hantu seperti tuyul biasanya juga dijadikan kambing hitam (kita menuduh tuyul) padahal kemungkinan besar uangnya hilang karena jatuh atau mungkin diambil oleh orang lain (bisa saja anak sendiri). Uang hilang, ada banyak penyebabnya, dan penyebab yang paling tidak masuk akal adalah karena tuyul.

5. Untuk sekedar cerita

Ngumpul-ngumpul itu biasanya kurang enak kalau tidak ada topik hantunya. Ya, kita biasanya menjadikan hantu sebagai bahan pembicaraan, atau bahan untuk menakut-nakuti junior (pramuka nih). Tentu saja, untuk bahan film, dan bahan video youtube.

Bukan masalah sebenarnya, jika Anda percaya atau tidak pada adanya hantu. Saya sendiri juga kadang nonton film hantu, dan takut dibuatnya. Hal-hal seperti ini kurang penting dalam kehidupan nyata. Jadi, kalau Anda berminat membantah argumen saya, silahkan komentar di bawah ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »