Bolehkah Kita Meragukan Perkataan Orang Tua?

Bolehkah kita meragukan orang tua

Pernahkah Anda disuruh untuk percaya pada sesuatu, dan Anda dilarang untuk meragukan sesuatu tersebut? Intinya Anda harus nurut, dan tidak boleh membantah. Hal ini biasanya sering terjadi pada kehidupan sehari-hari, terutama pada lingkungan keluarga, (umumnya) seorang anak harus nurut pada perkataan orang tua. Pada saat orang tua mengatakan "Nak, kalau kamu kejatuhan cicak, sebaiknya langsung kamu bunuh, agar kamu tidak mendapat kesialan", maka kita sebagai seorang anak harus nurut. Mungkinkah Anda pernah mengalami hal seperti ini? Lalu Anda langsung percaya?

Umumnya orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi, dalam kasus seperti di atas, orang tua Anda juga salah satu korbannya, korban? Iya, mitos tersebut (kejatuhan cicak menyebabkan kesialan) juga diajarkan dari nenek kakek Anda. Orang tua dan kakek-nenek Anda seterusnya adalah korban. Oleh karena itu, Anda yang memiliki kesempatan untuk memutus mitos ini dengan cara tidak menyampaikan hal yang sama pada anak Anda. Jika Anda sudah punya anak, saya sarankan jangan mengajarkan mitos-mitos ini kepada anak Anda, atau ajarkan mitos-mitos tapi dengan penjelasan versi ilmiahnya.

Perkataan orang tua memang kebanyakan "yang terbaik" bagi anaknya. Tapi apakah orang tua Anda hidup pada zaman yang sesuai dengan Anda? Apakah orang tua Anda tahu apa keinginan Anda? Hal-hal ini juga perlu dipertimbangkan. Tidak salah, jika orang tua Anda ingin Anda sekolah dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun akan salah apabila Anda disuruh masuk jurusan yang tidak Anda sukai. Tanyakan ke orang tua Anda, apa alasan dia memilih ini dan itu untuk Anda, jika alasan mereka logis, maka sebaiknya Anda juga mempertimbangkan hal tersebut, kemungkinan jika alasan mereka logis, maka pilihan tersebut juga biasanya tepat. Semisal, Anda dari kecil suka belajar dan ingin menjadi guru, tentu jika ingin menjadi guru diharuskan untuk kuliah, dan orang tua Anda melarang Anda untuk kuliah, alasannya karena biaya tidak mencukupi, maka Anda harus nurut (ya mau bagaimana lagi) kecuali Anda mau berusaha dan mendapatkan beasiswa misalnya.

Untuk kasus-kasus yang lain, selebihnya sama. Sebagai seorang anak, Anda harus bisa membaca situasi dan kondisi. Tiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda-beda, bisa saja Ayah Anda orangnya galak, dan jika Anda tolak/bantah nasihatnya, bisa-bisa Anda digampar. Tapi, dari situ Anda juga harus belajar tentang bagaimana perlakuan Anda ke anak Anda nanti.

Terus, bagaimana cara kita menilai kebenaran dari perkataan orang tua kita? Ada banyak, intinya kita harus ragu dan buktikan sendiri. Namun untuk kasus-kasus seperti mitos cicak di atas, yang saya sarankan adalah sebaiknya Anda mempelajari sains. Sejauh ini, sains adalah alat terkuat dalam mencari kebenaran.

Kita boleh meragukan perkataan orang tua, dan memang harus begitu. Tapi, untuk hal-hal tertentu, kemungkinan Anda mau tidak mau harus melaksanakan perkataan orang tua, meski Anda meragukan perkataannya sekalipun.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »