14 Fakta Unik Tikus Tanah Hidung Bintang

Fakta unik mole hidung bintang

Tikus Tanah Berhidung Bintang / Star-nosed mole (Condylura cristata)

Star-nosed mole (tikus tanah berhidung bintang). Sebut saja tikus tanah yah? Kalau di Indonesia memang tidak ada tikus seperti ini, jadi kita tidak memiliki nama yang tepat untuk menyebutnya.

1. Tikus tanah berhidung bintang diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum chordata, kelas mamalia, ordo eulipotyphia, famili talpidae, subfamily scalopinae, dan genus Condylura.

2. Tikus tanah ini dapat ditemukan di Amerika Utara bagian utara.

3. Tikus tanah berhidung belang dapat dengan mudah dikenali karena adanya 22 organ seperti cacing di moncongnya.

4. Organ mirip cacing ini (disebut Eimer) memiliki fungsi sebagai peraba dan digunakan oleh tikus tanah hidung bintang untuk mencari jalan di bawah tanah.

5. Tikus tanah hidung bintang sepenuhnya bergantung pada organ dimoncongnya, karena matanya tidak fungsional.

6. Makanan dari tikus tanah hidung bintang ini biasanya adalah serangga air, cacing, moluska, dan amfibi kecil.

7. Perilaku sosial dari spesies tikus penggali ini memang masih sedikit yang diketahui, namun diduga berperilaku kolonial.

8. Anak tikus penggali yang baru lahir memiliki panjang sekitar 5 cm, dengan berat sekitar 1,5 gram.

9. Hanya dalam 8 milidetik (dengan menggunakan organ di moncongnya), tikus tanah hidung bintang dapat memutuskan apakah sesuatu dapat dimakan atau tidak (dan merupakan salah satu respon tercepat terhadap stimulus dari semua hewan).

10. Organ Eimer (yang berada di moncong tikus tanah ini) juga ditemukan di 30 spesies tikus tanah, namun tidak ada yang sebanyak tikus tanah hidung bintang.

Baca Juga: 24 Fakta Unik Tikus Tanah

11. Organ eimer di moncong tikus tanah ini memiliki kepekaan sekitar 6x lebih sensitif daripada tangan manusia.

12. Meskipun mata tidak berkembang dengan baik, tikus tanah hidung bintang memiliki sistem yang rumit untuk mendeteksi mangsa dan memahami lingkungan mereka.

13. Hidung yang mirip bintang milik tikus tanah ini juga dapat digunakan untuk mencium bau di bawah air. Sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil pada mamalia.

14. Jika lalat Drosophila dijadikan model untuk penelitian genetika dan cumi raksasa untuk model neurobiologi. Maka tikus tanah cocok dijadikan model organisme untuk transduksi taktil.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »