Kenapa Monyet Berhenti Berevolusi?

Monyet dan Manusia

Pernahkah Anda bertanya/berpikir mengenai evolusi spesies lain, kenapa mereka berhenti berevolusi, dan tidak berevolusi menjadi manusia? Sedangkan manusia sudah berevolusi dengan kecerdasannya yang jauh jika dibandingkan dengan spesies manapun. Apakah ini artinya teori evolusi hanyalah sebuah bualan semata, hanya teori, dan tidak bisa dibuktikan. Nyatanya spesies-spesies seperti monyet, simpanse, gorila, dan orangutan masih tetap sama, bahkan dari dulu. Lalu kenapa mereka berhenti bervolusi?

Arah Evolusi Tiap Spesies Itu Berbeda

Sebenarnya, dari pertanyaannya saja sudah salah. Arah evolusi tiap spesies itu berbeda (Baca juga: Evolusi, Apanya Yang Berevolusi?), tergantung banyak faktor. Faktornya itu seperti habitat, predator, sumber makanan, persaingan antar spesies, dan selera pasangan, dst.

Sebagai contoh, orangutan di sumatera dan orangutan di kalimantan itu berbeda. Orangutan di kalimantan itu lebih terestrial dibandingkan dengan orangutan di sumatera. Alasannya kenapa? Banyak, tapi kemungkinan adalah di sumatera itu ada predator seperti harimau sedangkan di kalimantan tidak ada predator. Kedua orangutan ini memang beda spesies, sama halnya bebek dan entok.

Ketertarikan pasangan juga bisa mempengaruhi, beberapa spesies hewan (terutama burung) pasti hampir selalu melakukan pertunjukkan-pertunjukkan untuk menarik perhatian pasangan, dan pasangan ini yang akan menentukan dengan siapa dia akan kawin. Jika betina kawin dengan si pejantan dengan ciri khusus maka pada generasi selanjutnya biasanya ciri khusus ini jadi favorit, anakan dengan ciri khusus ini akan lebih mampu bertahan hidup dan mendapatkan pasangan dibandingkan dengan saudaranya yang mungkin kurang menarik. Proses ini dinamakan seleksi seksual, Anda bisa melihat contoh seperti burung merak, rusa, singa, dan spesies manapun yang biasanya menunjukkan dimorfisme seksual (perbedaan jantan dan betina) yang tinggi.

Faktor-faktor itu mempengaruhi arah evolusi suatu spesies, dan semua faktor mempengaruhi satu-sama lain.

Evolusi Itu Bercabang

Apasih maksudnya? Jadi, semua spesies yang masih hidup ini merupakan keturunan dari nenek moyang bersama (Baca juga: Apa itu LUCA). Monyet dan Anda itu statusnya adalah sebagai keturunan, bahkan Anda sendiri juga tahu jika Anda dan Kakak Anda pasti memiliki perbedaan, meski perbedaannya lebih kecil dibandingkan dengan Anda dan sepupu Anda. Semakin jauh hubungan kerabat, pasti semakin berbeda pula fisiknya. Eh, tapi ada orang yang mirip artis? Apakah mereka kerabat, kemiripan wajah tidak pasti menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki hubungan dekat. Bahkan dalam tingkat spesies pun juga ada kemiripan antar spesies yang berkerabat jauh (semua spesies itu berkerabat), ini contohnya seperti lumba-lumba dan ikan hiu, lumba-lumba sebenarnya lebih berkerabat dengan Anda dibandingkan dengan ikan hiu (Baca juga: Mirmekomorfi Bukti Evolusi Konvergen, artikel tentang hewan-hewan yang mirip semut tapi bukan semut).

Jadi, jangan mempermasalahkan wajah monyet yang mungkin tidak seganteng/secantik Anda, sama halnya Anda tidak mempermasalahkan wajah Anda yang kurang ganteng jika dibandingkan dengan artis korea (misalnya). Perbedaan merupakan hal yang alami, kalau tidak ada perbedaan ya tidak ada proses evolusi.

Manusia berevolusi dari monyet juga kurang tepat. Manusia memang berevolusi dari hewan primata purba yang mirip monyet. Tapi, monyet juga berevolusi dari primata purba tersebut. Kata "berevolusi" ini kurang tepat jika diartikan dengan berkembang atau meningkatkan, tapi lebih tepat dengan berubah. Mudahnya, Anda punya keturunan yang cantik dan yang jelek, keturunan Anda yang cantik ini merupakan evolusi dari Anda, begitu juga dengan keturunan yang jelek. Evolusi biologis itu tidak sama dengan evolusi dalam arti berkembang atau menuju kesempurnaan.

Tingkatan Takson Sebagai Perbandingan

Pernah membaca tentang suatu hewan yang sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu? Sebenarnya itu kurang tepat. Bakteri saja sudah ada sejak miliaran tahun yang lalu. Tapi, bakteri ini adalah kingdom. Ada berapa banyak spesie dalam suatu kingdom? Jutaan. Semakin mengecil tingkatan takson semakin mengecil pula jumlahnya, karena semakin spesifik. Sebagai contoh, kita manusia modern (H. s. sapiens) muncul sekitar 200.000 (anatomi manusia modern) tahun yang lalu, sedangkan genus Homo (manusia) sendiri sudah ada sejak 2 juta tahun yang lalu. Apakah ini berarti manusia sudah ada sejak 2 juta tahun yang lalu? Ya, genusnya sudah ada, tapi spesiesnya belum ada. Sama halnya hiu, buaya, dan monyet. Nama-nama ini mengacu pada tingkatan takson yang mencakup banyak spesies.

Bahkan manusia juga termasuk kera (Baca juga: Posisi Manusia Dalam Taksonomi). Ikan hiu sudah ada dari dulu, tapi itu mengacu pada subordonya, yang terdiri dari sekian banyak spesies. Memang, ada banyak spesies yang tidak berubah secara signifikan dengan spesies moyangnya, dan ini wajar.

Memiliki Keturunan Atau Punah

Dalam evolusi, jika Anda tidak memiliki keturunan maka garis keturunan Anda akan hilang atau punah. Ada berapa banyak spesies yang punah? Hampir mendekati 99% spesies. Kenapa, ya karena sumber daya alam itu terbatas. Jika Anda punya anak banyak, kemungkinan perhatian Anda juga semakin kecil pada anak-anak Anda, dan tentu saja sumber daya yang anak Anda dapat dari Anda itu semakin sedikit, karena harus berbagi dengan saudara-saudaranya. Meski kita sudah ajarkan kalau berbagi indah itu baik, namun naluri dasar kita pasti ingin lebih, kita ingin mendapatkan lebih.

Di alam liar, pejantan yang tidak mendapatkan pasangan pasti tidak memiliki keturunan. Kalau tidak memiliki keturunan ya berarti tidak mewariskan sifatnya ke anak (punah). Selain itu, ada predator dan ada kompetisi.

Manusia mencapai jumlah sebanyak ini (7 milyar) juga karena keberhasilan reproduksinya. Artinya 7 milyar manusia ini merupakan keturunan dari manusia yang cerdas yang berhasil bertahan hidup. Lalu kemana kerabat-kerabat (manusia) dekat kita, seperti Homo erectus? Mereka semua punah.

Spesies kita mewakili garis keturunan manusia (Homo). Spesies simpanse dan bonobo mewakili garis keturunan genus Pan. Spesies gorila timur dan gorila barat mewakili garis keturunan genus Gorilla.

Tapi, memang ada cara agar semua hewan bisa berevolusi jadi manusia. Jawabannya bukan dengan merubah keturunan mereka, tapi memusnahkan semua garis keturunan mereka. Menjadikan kita satu-satunya wakil dari kingdom animalia, ini terdengar kurang etis, tapi dengan kemunculan spesies kita ini mengakibatkan kepunahan spesies-spesies lain (kepunahan holocene).

Kesimpulannya, kalau monyet berhenti berevolusi ya berarti monyet sudah punah. Tapi monyet masih hidup, sebab itu monyet masih mengalami proses evolusi (mutasi, reproduksi dan seleksi), sama halnya denga kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »