Perbedaan Anteater Raksasa dan Aardvark

Perbedaan anteater raksasa dan aardvark

Ciri khas hewan mamalia pemakan semut itu biasanya memiliki moncong yang panjang serta lidah panjang dan lengket. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan antara dua mamalia pemakan semut, yaitu anteater dan aardvark.

Perbandingan Taxonomi

Anteater RaksasaAardvark
Kingdom Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata
Kelas Mamalia Mamalia
Ordo Pilosa Tubulidentata
Familia Myrmecophagidae Orycteropodidae
Genus Myrmecophaga Orycteropus
Spesies M. tridactyla O. afer

Perbedaan Nama, Morfologi, Tingkah Laku dan Habitat

Baca Juga: Perbedaan Gajah Semak Afrika dan Gajah Hutan Afrika

Persebaran
Anteater raksasa merupakan hewan endemik dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sedangkan aardvark memiliki rentang geografis sekitar dua pertiga dari selatan benua Afrika.

Taksonomi
Anteater raksasa merupakan salah satu spesies dari empat spesies anteater. Sedangkan aardvark merupakan satu-satunya spesies dari ordo tubulidentata.

Kerabat dekat
Kerabat terdekat anteater raksasa (selain spesies anteater lainnya) yaitu sloth (kukang). Sedangkan kerabat terdekat dari aardvark adalah tikus gajah, tenrek, dan tikus penggali.

Nama lain
Anteater raksasa juga dikenal sebagai beruang semut. Begitu juga dengan aardvark yang disebut sebagai beruang semut Afrika atau anteater afrika.

Berat tubuh
Anteater raksasa memiliki berat sekitar 33-41 kg (jantan) dan 27-39 kg (betina). Sedangkan aardvark memiliki berat sekitar 60-80 kg. Jadi, aardvark lebih berat daripada anteater raksasa.

Panjang tubuh
Panjang anteater raksasa yaitu sekitar 182-217 cm. Sedangkan aardvark memiliki panjang sekitar 2,2 meter.

Panjang lidah
Anteater raksasa memiliki lidah dengan panjang sekitar 45 cm. Sedangkan aardvark memiliki lidah yang sedikit lebih pendek dari anteater raksasa, yaitu sekitar 30 cm.

Masa hidup
Di penangkaran, anteater raksasa dapat hidup hingga umur 16 tahun. Sedangkan saat di penangkaran, umur aardvark lebih lama dari anteater raksasa, yaitu sekitar 23 tahun.

Penciuman
Anteater raksasa memiliki indera penciuman yang 40x lebih sensitif dari manusia. Sedangkan aardvark memiliki hidung dengan 9 olfactory bulbs, lebih banyak dari mamalia lainnya (ditambah dengan perkembangan otak bagian lobus penciuman pada aardvark).

Pencernaan
Anteater tidak dapat memproduksi asam lambungnya sendiri, tetapi menggunakan asam formic dari mangsanya untuk pencernaan. Sedangkan aardvark memiliki perut dengan daerah polorus berotot yang berfungsi sebagai ampas untuk menggiling makanan yang ditelan, sehingga tidak perlu dikunyah.

Masa kehamilan/gestasi
Masa kehamilan anteater raksasa yaitu sekitar 190 hari (6 bulan 1 minggu). Sedangkan aardvark memiliki masa kehamilan sekitar 7 bulan.

Anak yang baru lahir
Anak anteater raksasa yang baru lahir memiliki berat sekitar 1,4 kg. Sedangkan anak aardvark yang baru lahir memiliki berat sekitar 1,7-1,9 kg.

Makanan
Dalam sehari, anteater dewasa dapat menghabiskan sekitar 30.000 serangga. Sedangkan dalam sehari, aardvark dewasa dapat menghabiskan sekitar 50.000 serangga.

Gigi
Anteater raksasa tidak memiliki gigi dan hanya mampu melakukan gerakan rahang yang sangat terbatas. Sedangkan aardvark memiliki 14 gigi di rahang atas, dan 12 gigi di rahang bawah.

Kaki
Anteater raksasa berjalan dengan buku-buku jarinya, mirip seperti simpanse dan gorila. Sedangkan aardvark memiliki kaki tipe digitigrade, namun suatu waktu mereka menjadi plantigrade.

Habitat
Anteater raksasa dapat ditemukan di beberapa habitat, termasuk padang rumput dan hutan hujan. Anteater raksasa mencari makan di tempat terbuka dan beristirahat di hutan. Sedangkan aardvark memiliki habitat di padang rumput, hutan, dan semak-semak.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »