Apa Itu Evolusi?

Apa itu evolusi?

Anda pasti tahu apa itu evolusi. Bahkan hampir semua orang Indonesia pasti tahu apa itu evolusi. Evolusi biasanya didefinisikan sebagai proses perkembangan dari sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang sempurna. Jika Anda cari kata "Evolusi" atau "Teori Evolusi" di google, pasti yang akan muncul adalah (sebagian) gambar ilustrasi monyet yang lama-kelamaan berubah jadi manusia.

Semua pemahaman di atas sebenarnya kurang tepat.

Sebenarnya evolusi itu apasih? Sederhana, suatu proses perubahan genetik dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Genetiknya berubah, maka morfologinya juga berubah, dan bisa mempengaruhi perilaku organisme tersebut.

Anda yang dilahirkan dengan karakteristik tertentu juga merupakan hasil ekspresi dari genetis Anda. Genetis Anda sebenarnya adalah hasil dari rekombinasi dan penggabungan antara sel sperma dan sel telur orang tua Anda. Jika orang tua Anda tidak memiliki gen mata biru, maka tidak mungkin Anda atau saudara-saudara Anda akan memiliki gen tersebut (Hal ini akan mungkin jika gen Anda atau saudara-saudara Anda mengalami mutasi). Dalam proses evolusi, mutasi merupakan proses yang memunculkan sifat baru (seperti mata biru). Meski mutasi terjadi, mutasi tersebut harus mutasi gametik (bisa terwariskan melalui sel gamet), mutasi yang menguntungkan, atau setidaknya mutasi yang netral.

Morfologi Anda ditentukan oleh genetis Anda (tepatnya, genotipe + lingkungan = fenotipe). Setiap karakteristik yang Anda miliki yang berhubungan dengan genetis ini nanti akan diwariskan ke keturunan Anda (Baca juga: Posisi Manusia Dalam Taksonomi). Karakteristik ini akan menentukan keberlangsungan hidup keturunan Anda. Jika karakteristik tersebut menguntungkan maka akan diturunkan lagi ke generasi selanjutnya, hal ini terjadi karena individu dengan karakteristik yang menguntungkan cenderung akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup dan bereproduksi.

Ingat, tidak semua individu dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Individu yang tidak bereproduksi tidak akan mewariskan karakteristiknya ke generasi selanjutnya. Asalkan Anda dapat bereproduksi, dan keturunan Anda juga dapat bereproduksi maka karakteristik apapun dapat tetap lestari (sekalipun itu penyakit genetis).

Sebagai contoh, hewan-hewan yang hidup di gurun itu biasanya hewan yang memiliki karakteristik tahan terhadap kekurangan air. Hal ini terjadi bukan karena mereka hidup di gurun dan membuat mereka mengembangkan karakteristik tersebut, melainkan karena mereka memiliki karakteristik (didapat dari mutasi) tersebutlah yang membuat mereka dapat bertahan hidup di gurun. Jika seluruh daratan di bumi dirubah menjadi gurun, kemungkinan besar seluruh daratan akan didominasi oleh unta-unta (unta merupakan hewan yang paling adaptif hidup di gurun).

Mutasi merupakan proses yang acak. Namun seleksi alam bukanlah proses acak. Seperti kasus unta diatas, sifat (gen) yang unta miliki merupakan hasil dari mutasi dan akumulasi sifat (dari moyangnya).

Kadangkala, moyangnya ini memiliki habitat yang benar-benar berbeda dari keturunannya saat ini. Seperti halnya hewan-hewan dari ordo Cetacea, seperti lumba-lumba dan paus. Organ seperti paru-paru, rambut, kelenjar susu, organ vestigial, merupakan bukti bahwa moyang paus memiliki habitat di darat. Struktur leluhur dapat membatasi adaptasi yang memungkinkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »