19 Fakta Unik Monyet Pemakan Kepiting

Fakta unik monyet pemakan kepiting

Monyet Pemakan Kepiting / Crab-eating Macaque (Macaca fascicularis)

Setelah beberapa hari yang lalu kita telah membahas monyet rhesus, kali ini kita akan membahas tentang monyet pemakan kepiting. Tidak seperti monyet rhesus yang tidak ada di Indonesia, monyet pemakan kepiting dapat ditemukan di Indonesia.

1. Monyet pemakan kepiting diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum chordata, kelas mamalia, ordo primata, subordo haplorhini, infraordo simiiformes, famili cercopithecidae, dan genus Macaca.

2. Status konservasi dari monyet pemakan kepiting adalah Least Concern atau paling tidak diperhatikan.

3. Monyet pemakan kepiting merupakan primata asli dari Asia Tenggara.

4. Di Thailand, monyet pemakan kepiting dikenal sebagai monyet hutan bakau.

5. Monyet pemakan kepiting memiliki 10 subspesies yang sekarang tersebar di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

6. Monyet pemakan kepiting memiliki panjang sekitar 38-55 cm (diukur dari kepala sampai ke badan).

7. Monyet pemakan kepiting jantan memiliki berat sekitar 5-9 kg, sedangkan yang betina hanya memiliki berat sekitar 3-9 kg.

8. Ekor monyet pemakan kepiting memiliki panjang sekitar 40-65 cm, dan berfungsi untuk keseimbangan pada saat monyet ini melompat.

9. Bagian punggung monyet pemakan kepiting berwarna coklat gelap, sedangkan bagian perut berwarna abu-abu terang dan abu-abu gelap/coklat.

10. Monyet pemakan kepiting hidup dalam sebuah kelompok yang biasanya terdiri dari 3 sampai 20 individu.

Baca Juga: 24 Fakta Unik Kambing

11. Masa gestasi dari monyet pemakan kepiting berlangsung sekitar 162-193 hari, dan akan melahirkan satu ekor anak.

12. Anak monyet pemakan kepiting yang baru lahir memiliki berat sekitar 320 gram.

13. Terlepas dari nama mereka, monyet pemakan kepiting tidak menjadikan kepiting sebagai makanan utama. Sebaliknya, monyet pemakan kepiting merupakan omnivora oportunistik, mereka memakan berbagai hewan dan buah.

14. Di Indonesia, monyet pemakan kepiting menjadi perenang yang handal dan menyelam untuk mencari kepiting dan krustasea lainnya di rawa bakau.

15. Di Thailand dan Myanmar, monyet pemakan kepiting telah diketahui menggunakan batu sebagai alat untuk memecah kerang, tiram dan bivalvia lainnya.

16. Monyet pemakan kepiting masuk dalam daftar "100 spesies asing invasif yang paling berbahaya", meski di daerah asalnya monyet pemakan kepiting bukan ancaman yang berbahaya.

17. Monyet pemakan kepiting memiliki persebaran geografis terluas ketiga setelah manusia dan monyet rhesus.

18. Monyet pemakan kepiting merupakan primata pertama yang dikloning menggunakan metode transfer inti sel somatik (tepatnya, Zhong Zhong dan Hua Hua, pada tanggal 24 Januari 2018).

19. Monyet pemakan kepiting memiliki 21 pasang kromosom.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »