Skeptisisme, Satu Sikap Hidup Terpenting

Skeptisisme

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sering menemui orang-orang yang suka menggosipkan orang lain. Menggosip memang wajar, namun biasanya yang dibahas adalah sesuatu yang kurang penting, baik untuk si penggosip atau yang digosipkan. Selain topik yang dibahas adalah mengenai sesuatu yang kurang penting, si penggosip biasanya juga akan menambah-nambahkan informasi yang kurang jelas atau bahkan hoak. Lalu, informasi hoak ini tersebar dari mulut ke mulut dan dipercaya oleh banyak orang.

Di antara banyaknya informasi yang sering digosipkan atau yang tersebar di internet, yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Apakah ada cara untuk menyaringnya? Apakah ada cara untuk memilih mana informasi yang benar dan yang salah?

Ada, tentu kita bisa menyaring informasi yang benar, dan membuang informasi hoak. Tapi, bagaimana caranya?

Pertama, kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa informasi yang menguntungkan bagi kita itu tidak pasti benar. Menguntungkan disini maksudnya apa? Jadi, informasi yang menguntungkan bagi Anda itu informasi yang jika itu benar maka Anda akan bahagia, semisal:

  • Gebetan Anda putus dengan pacarnya
  • Gebetan Anda ternyata suka dengan Anda
  • Anda memiliki makhluk mistis di tubuh Anda
Lalu bagaimana kita menentukan informasi tersebut benar atau salah? Ya, dengan bukti. Kita harus mencari terlebih dahulu buktinya, apakah sesuai dengan pernyataan yang ada atau tidak. Atau cari informasi dari sumber-sumber yang sudah terbukti valid untuk diambil informasinya.

Namun jika berhadapan dengan hal-hal yang sepele sepertinya tidak masalah jika kita salah informasi (wajar). Biasanya efek dari "salah informasi" yang terlihat jelas itu bersangkutan dengan hal-hal yang besar seperti bentuk bumi, asal muasal manusia, dan hal-hal yang mengharuskan kita untuk mempelajari lainnya.

Kedua, kita harus memiliki sikap skeptis/meragukan sesuatu.

Percaya itu penting, Anda harus percaya pada kemampuan teman Anda, atau Anda harus percaya pada pilihan Anda. Sikap percaya itu penting, namun alangkah baiknya Anda memiliki sedikit rasa keraguan pada hal-hal seperti informasi yang bertebaran di internet atau yang sedang digosipkan oleh teman Anda.

Namun jika Anda sudah terlanjur percaya pada sesuatu yang salah, pasti seterusnya akan percaya pada sesuatu yang salah lainnya. Ini dinamakan konfirmasi bias, kita mencari bukti-bukti terhadap apa yang kita percayai.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »