Manusia Raksasa Dari Sudut Pandang Evolusi

Manusia raksasa dari sudut pandang evolusi

Pernahkah Anda menonton video tentang bukti-bukti keberadaan manusia raksasa? Jika Anda menontonnya karena direkomendasikan oleh YouTube, pasti kemungkinan besar Anda akan langsung percaya. Hal ini terjadi karena YouTube merekomendasikan berdasarkan pada video-video yang sebelumnya Anda like dan tonton. Lalu Anda suka, dan Anda langsung percaya (bukan masalah, ini hak Anda).

Namun, bagaimana jika kita memandang manusia raksasa dari sudut pandang evolusi? Apakah manusia raksasa itu memang benar-benar ada? Apakah manusia raksasa bisa ada melalui proses evolusi yang berlangsung di Bumi? Dalam artikel ini kita akan memandang manusia raksasa berdasarkan bukti-bukti yang sudah kita ketahui tentang makhluk hidup.

Saya akan menjelaskan kedalam 5 poin utama, yaitu evolusi, square cube law, hewan terbesar di darat, primata terbesar dan hewan terbesar di dunia. Yang nanti akan berujung kepada kesimpulan apakah manusia raksasa bisa ada atau tidak. Jadi, kita tidak membahas apakah ada bukti tentang manusia raksasa (sejauh ini, belum ada bukti ilmiah) atau tidak. Kita akan membahas apakah mungkin manusia raksasa bisa ada dari sudut pandang evolusi.

1. Evolusi
Baca Juga: Apa Itu Evolusi?

Evolusi merupakan perubahan pada sifat-sifat terwariskan (genetik) suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi merupakan proses yang melatar belakangi keanekaragam makhluk hidup. Mulai dari bakteri, archaea, dan eukarya, semuanya merupakan hasil dari proses evolusi, termasuk manusia.

Dalam proses evolusi, jika suatu populasi spesies tidak bisa beradaptasi pada lingkungan yang baru atau kalah bersaing, maka spesies tersebut akan berujung pada kepunahan. Sebaliknya, jika spesies tersebut memiliki populasi yang besar dan tiap populasi terisolasi satu sama lain, maka akan terjadi spesiasi atau muncunya spesies baru.

Dalam sejarah evolusi kehidupan di Bumi, kemunculan hewan-hewan "raksasa" merupakan hal yang wajar. Berbagai spesies makhluk hidup berlomba-lomba mengisi relung ekologi yang memungkinkan mereka untuk tetap survive meski memiliki tubuh yang besar.

Dalam proses evolusi, memiliki tubuh "raksasa" memang suatu keuntungan tersendiri. Tapi ada kerugian yang harus ditanggung, yaitu bergeraknya lambat, metabolisme relatif lambat, struktur tubuh yang harus sesuai dengan beban tubuh yang ditanggung dan butuh konsumsi makanan yang besar juga.

2. Square Cube Law
The square–cube law (or cube–square law) is a mathematical principle, applied in a variety of scientific fields, which describes the relationship between the volume and the surface area as a shape's size increases or decreases.

Kenapa struktur gedung yang tinggi dan gedung yang pendek itu berbeda? Kenapa struktur tubuh hewan yang besar itu berbeda dengan hewan yang kecil? Kenapa truk yang kecil berbeda dengan truk yang besar, yang biasa digunakan untuk pertambangan? Ya, karena ada aturannya, ada faktor-faktor yang harus dipenuhi. Struktur yang tidak bisa menopang beban yang akan ditanggung kemungkinan besar akan ambruk/runtuh.

3. Hewan Terbesar Di Darat

Jika kita sudah membahas proses yang melatar belakangi keanekaragaman makhluk hidup (evolusi). Maka selanjutnya kita akan melihat produk-produk dari evolusi, yaitu hewan-hewan yang memiliki tubuh "raksasa". Silahkan Anda lihat dan bandingkan struktur tubuhnya.

Argentinosaurus huinculensis
Argentinosaurus huinculensis

Argentinosaurus huinculensis merupakan dinosaurus terbesar sekaligus hewan darat terbesar yang pernah kita ketahui. A. huinculensis memiliki tubuh dengan panjang sekitar 25-35 (panjang kepala sampai ke ekor), dengan berat sekitar 50-73 ton.

Loxodonta africana
Loxodonta africana

Jika hewan terbesar di darat yang pernah kita ketahui adalah A. huinculensis maka peringkat hewan terbesar di darat yang masih hidup dipegang oleh gajah semak Afrika. Gajah semak Afrika memiliki tinggi rata-rata sekitar 3.2 meter, dengan berat sekitar 6 ton.

Perhatikan cara bergerak kedua hewan tersebut. Kedua hewan tersebut bergerak dengan cara quadrupedal (4 kaki). Artinya beban tubuh mereka dibagi kedalam 4 titik di kaki mereka. Pada A. huinculensis juga memiliki ekor dan leher yang panjang sebagai penyeimbang.

4. Primata Terbesar

Kenapa kita membahas primata terbesar? Bukan kambing terbesar atau ikan terbesar? Ya, karena kita adalah primata, kita akan mencari ukuran maksimal yang pernah dicapai primata.

Baca Juga: Posisi Manusia Dalam Taksonomi
Gigantopithecus
Gigantopithecus

Gigantopithecus merupakan primata terbesar yang pernah kita ketahui. Fosilnya ditemukan berdasarkan pada rahang bawah. Kemungkinan Gigantopithecus memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan berat sekitar 540-600 kg.

Gorilla beringei
Gorilla beringei

Nah, primata terbesar yang masih hidup adalah gorila timur. Gorila timur memiliki berat sekitar 140-205,5 kg (pejantan), dengan tinggi mencapai 1.7 meter.

Perhatikan keduanya, meski cara bergerak Gigantopithecus memang tidak diketahui, karena fosilnya juga hanya sebatas rahang bawah. Namun cara bergeraknya bisa dibandingkan dengan gorila, yaitu dengan cara quadrupedal dan bipedal (campuran). Gorila juga menjadikan buku-buku jarinya sebagai tumpuan (sama seperti simpanse).

5. Hewan Terbesar

Jika sebelumnya, peringkat hewan terbesar dan primata terbesar (yang kita ketahui) itu dipegang oleh hewan-hewan yang sudah punah. Namun peringkat hewan terbesar pertama yang pernah kita ketahui malahan dipegang oleh mamalia yang saat ini masih hidup.

Balaenoptera musculus
Balaenoptera musculus

Ya, paus biru merupakan hewan terbesar yang pernah kita ketahui. Bahkan lebih besar dari dinosaurus yang terbesar. Panjang paus biru dapat mencapai 29,9 meter, dengan berat sekitar 173 ton.

Sangat "raksasa" bukan? Namun perhatikan habitatnya. Paus biru hidup di laut, makanan utamanya adalah krill (yang melimpah). Tentu bobot yang ditanggung oleh hewan-hewan laut itu berbeda dengan yang berada di darat.

Silahkan Anda renang, pasti setelah keluar dari air, Anda akan merasakan beban tersebut.

Apakah paus biru bisa berevolusi menjadi lebih besar? Kemungkinan itu batasannya, karena jika memiliki tubuh yang lebih besar, makanannya juga harus lebih melimpah.

Perbandingan Antara Manusia Raksasa dengan Makhluk Hidup Lain
Perbandingan manusia raksasa dengan makhluk hidup lain
Kesimpulan

Proses evolusi memang memungkinkan keturunan suatu spesies menjadi besar. Namun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilampaui. Seperti hewan-hewan "raksasa" di atas yang hampir selalu memiliki masalah dengan beban dan strukturnya. Hewan serangga yang tidak bisa lebih besar (karena kadar oksigen rendah). Predator bergigi yang tidak bisa lebih besar dari yang bisa dicapai mangsanya.

Bisa dibayangkan manusia dengan struktur (seperti kita) memiliki tinggi sekitar 30 meter. Apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar tulang-tulangnya akan retak. Bukan hanya belum ada bukti ilmiah yang ditemukan. Tapi karena memang tidak mungkin berdasarkan pengetahuan yang kita miliki saat ini.

Referensi:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Dinosaur_size
  • https://en.wikipedia.org/wiki/African_bush_elephant
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Gigantopithecus
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Eastern_gorilla
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Blue_whale
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Square–cube_law

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »